Tag Archive | pengalaman di jepang

My Japan`s Life Milestone: First 3 months` Note

Alhamdulillah tepat tiga bulan sudah udara negeri Sakura ini kuhirup.

 

Macha and Mochi in Dazaifu

Meski sakura belumlah terlihat, namun banyak keindahan yang bersemi di hari-hari awalku di sini. Hari-hari musim gugur yang dihiasi pohon-pohon dengan daun berwarna indah telah menjelma menjadi hari-hari penuh rintik hujan maupun salju yang dinginnya menambah takjub akan Maha Besar-Nya Sang Pencipta dalam mengatur alam raya.

Hingga 2013 insyaAllah diri ini akan bertualang menjelajahi kehidupan di negeri yang luar biasa maju ini. Menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswa asing, sebagai seorang warga Indonesia yang ingin berbuat kemanfaatan meski jauh dari negeri asalnya, dan sebagai seorang wanita yang ingin tetap berbakti pada suaminya meski saat ini jauh berada di seberang.

Every beginning is hard, namun optimisme menatap hari depan akan sangat menentukan  bagaimana hari esok akan tercipta. Mengutip sebuah motivasi Bapak dunia Islam yang fenomenal, Imam Hasan Al-Banna : Mimpi dan keyakinan kita hari ini adalah kenyataan di hari esok. Maka meskipun terlalu banyak area ketidakpastian yang mungkin kita temui di masa depan, namun dengan definisi mimpi (visi) dan keyakinan (iman) akan menjadi variabel penentu ketahanan diri(self-endurance). Bertahan dengan seimbang hingga titik tujuan (goal) tercapai.

Tentu yang menjadi entitas penentunya adalah waktu. Sebuah entitas yang di dalamnya karya kita akan tergores, dan menjadi saksi bagaimana kita berjuang mengukir kebaikan di tiap detiknya. Maka, sejak awal, memastikan waktu kita terisi hanya dengan hal-hal terbaik akan membuat diri kita menjadi bernilai. Bukan karena penilaian orang pada apa yang kita lakukan. Namun pada kepuasan diri dengan mengetahui bahwa kita berada pada track yang seharusnya. Melakukan yang terbaik yang kita mampu.

Seperti halnya para pejuang akademis lainnya yang berada di Jepang saat ini, maka setiap keberhasilan tahapan akademis menjadi hal yang sangat berarti. Alhamdulillah, dengan izinNya, ujian masuk S2 berhasil terlewati, dengan bantuan banyak pihak tentunya, seperti tutor, professor, dan dukungan teman-teman di sini (thanks all!). Selanjutnya, yang menanti di depan adalah penguasaan bahasa Jepang untuk persiapan kuliah di bulan April,  mengingat kondisi bahasa Jepang saya saat ini yang belum advanced. Menghadapi kuliah yang dilakukan dalam bahasa Jepang nanti, membutuhkan kompetensi bahasa Jepang yang tidak main-main untuk dapat menyerap dengan maksimal ilmu yang disampaikan. Maka, hari demi hari banyak diisi dengan belajar huruf-huruf kanji dan bergaul juga dengan teman-teman yang berbahasa Jepang untuk melatih kepekaan listening danspeaking. Menyaksikan tayangan di TV Jepang pun sangat membantu untuk progress yang lebih baik.

 

Tim Angklung PPIF

Kehidupan di sini juga semakin berwarna dengan lingkungan orang-orang Indonesia yang luar biasa solid. Sebagai new comer, tentunya membangun hubungan persahabatan dengan banyak orang di sini akan menjadi hal yang sangat indah untuk dilakukan. Saya sangat berbahagia bisa berpartisipasi di tim angklung PPIF, blog PPIF, di PPI Jepang, di Muslimah Fukuoka, dan membantu juga teman-teman yang ada di Kammi Jepang.

 

Idul Adha di Mesjid Fukuoka

Tapi yang paling mengagetkan adalah bahwa saya yang baru beberapa bulan berubah status menjadi Ibu-Ibu, ternyata sudah ditunjuk sama Ibu-ibu Indonesia untuk memanage kegiatan Muslimah Fukuoka. Hmm.. super kaget,, dan benar-benar belum berpengalaman dengan dunia Fukuoka (apalagi dengan dunia Ibu-ibu). Memang rasanya saya sudah ditakdirkan sejak dulu untuk tidak bisa membiarkan diri berdiam diri tanpa kemanfaatan. Maka, amanah-amanah yang dipercayakan ini semoga bisa menjadi media untuk membuat diri untuk lebih bermanfaat di sini dan memperoleh ilmu-ilmu baru yang memperkaya jiwa.

 

Thursday Club friends

Bergaul dengan lingkungan internasional pun menjadi hal yang sangat mengasyikan. Ada komunitas entrepreneur di Fukuoka dalam Bizbar yang mengadakan takshow entrepreneurship di lingkungan mahasiswa dan pekerja di Fukuoka. Hmm.. dunia enterpreneurship yang unik dan menarik memang akan mempertemukan kita dengan orang-orang yang unik dan bersemangat tinggi. Saya menemukan tipikal-tipikal org Jepang yang unik yang tidak seperti orang jepang pada umumnya dalam komunitas ini. Selain itu, saya juga mengikuti Thursday Club, kelompok informal untuk menjalin persahabatan antara orang Jepang dengan orang asing. Berlatih bahasa Jepang maupun bahasa Inggris dan menghadiri aneka kegiatan budaya Jepang. Teman-teman dari Dubai, Polandia, Amerika, Korea, Brazil, India, Jepang, Vietnam, Iran, Myanmar, Laos, China, dan aneka Negara dengn keunikannya. Menjadi ter-refresh kembali dengan pengalaman AFS dulu ketika SMA, ketika kunci pergaulan internasional adalah pada dasarnya simple. Memahami dan menghargai orang lain. Perbedaan yang ada justru menjadi sebuah keunikan yang menjadi sumber ilmu yang baru. Sehingga banyak pelajaran positif yang juga kita bisa ambil dari intercultural learning inil. Terkadang ada stereotype tertentu yang menghalangi sebuah persahabatan bisa terjalin. Yang saya yakini, adalah bahwa setiap manusia adalah sama, yaitu sangat menghargai kebaikan. Maka ketika menebar kebaikan, maka kebaikan pula yang akan dituai. Bagaimana respon sekitar kita terhadap kita, tergantung bagaimana kita membawa diri kita dengan sikap terbaik kita. Sehingga perbedaan Negara, agama dan bahasa, bukanlah menjadi hambatan. When you smile to the world, then the world will smile to you. What a lovely quote..^^Tentunya dalam hal ini, tanpa melunturkan prinsip-prinsip yang terkait keimanan, misal dengan menjaga shalat dan ibadah di manapun berada, dan tetap menjaga diri dari makanan dan minuman yang tidak halal. Untunglah disini ada toko yang menjual daging halal, serta tersedianya banyak makanan laut serta makanan india yang halal. Di dapur asrama, memasak menjadi hobi baru selama di sini^^ Menjadi jauh di negeri asing adalah media ujian keimanan juga. Tentu sedih rasanya jika kesuksesan dunia diraih, tapi akhirat semakin menjauhi karena terlena dengan semua nikmat ini. Semua pengalaman yang dialami disini semata-mata adalah media untuk semakin mengenal-Nya. Semoga Allah terus mengizinkan diri ini berada dalam lindunganNya.

Maka, di tahun 2011 ini, semoga kemudahan, keberkahan, kekuatan serta kemanfaatan akan terus mengalir. Semoga studi di MBA Program, Kyushu University Business School (QBS) ini bisa menelurkan prestasi dan karya yang positif di kemudian hari. Semoga suami pun diizinkanNya untuk bersama berjuang di negeri ini. Dan menggoreskan kemanfaatan yang lebih luas bagi siapa saja. Semoga balutan keoptimisan ini akan menjadi energi yang tidak pernah habis, seiring dengan tiada habisnya kasih sayangNya bagi orang-orang yang yakin.

January 4th, 2011

@Rupo Kenchoguchi 236

Special to all my friends in Japan and Indo,, thanks a lot for all ^^

selamat berjuang^^ganbarimashou!! The journey has just begun.

nothing`s impossible in this world,, as long as you can conquer your self^^

 

Illumination in Tenjin