Tag Archive | keluarga

MILESTONE BAHTERA CINTA 1

Ya Rabb,,.

Tiada yang patut hamba haturkan selain rasa syukur yang tiada putusnya padaMu.

Hingga hari ini, detik ini, masih diberikan sebuah kesadaran akan melimpahnya nikmatMu.

Melihat pernikahan yang dilangsungkan oleh beberapa sahabat shalih shalihah yang dilangsungkan dengan waktu interval waktu yang tidak terlampau lama dan terjadi berturut turut, betapa berbahagia melihat mereka memulai bahtera rumah tangga yang penuh dengan peluang amal kebaikan.

Diri ini pun menjadi mem-flash back kembali peristiwa sekitar 8 bulan lalu dimana takdirMu untuk mempertemukan hamba dengan pendamping shalih tempat hamba membaktikan diri. Dan betapa kondisi yang tak terbayang sebelumnya bahwa kami akan berkumpul kembali ternyata Engkau mengizinkan beliau untuk menguatkan tekadnya dan sampai menginjakkan kakinya di negeri yang sangat baru baginya ini.

Masih sangat lekat di ingatan ketika di bulan Februari lalu, ada seorang laki-laki berpostur tinggi dan berjaket hitam yang rasanya aku sangat mengenalnya. Hari itu, beliau tiba di Fukuoka International Airport, dengan wajah agak lelah dan mendorong trolley berisi koper dan tas. Aku langsung menyadari sosoknya dari kejauhan. Ia tampaknya sudah sedikit risau menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Aku berjalan mendekatinya dari arah belakangnya. Dan kupanggil ia dengan penuh rasa sayang, `Mas..`. Ia menengok ke belakang dan melihatku dengan wajahnya yang selama ini kurindukan. Sorot matanya menunjukkan rasa rindu campur bahagia. Akupun begitu. Kami tumpah dalam suasana haru. Ingin rasanya kami saling memeluk erat. Tapi rasa malu menghalangi kami karena begitu banyak orang disana. Sesaat kami melepas rindu dan berbincang. Kami seperti telah sangat mengenal lama. Meskipun bisa dikatakan hanya mengenal sekitar tiga minggu sebelum pernikahan. Pertemuan kami kembali setelah sekitar lima bulan terpisah menyisakan rasa kosong yang seperti terisi penuh kembali.

Akhirnya, dirimu sampai.. Akhirnya dirimu dengan langkah pasti memilih datang dan meninggalkan pekerjaan di Jakarta untuk bisa bersama istri di sini dan berjuang untuk sebuah kehidupan yang sama sekali baru di sini. Subhanallah..

Saat ini sudah sekita tiga bulan ia memasuki dunia Fukuoka, Jepang, yang menyimpan sejuta rahasia masa depan bagi sepasang anak manusia bernama Herpin dan Sang Pengerannya, Deni. Alhamdulillah, dengan izinNya, seorang Profesor di Kyushu University tertarik dengan rencana riset suami dan memberikan Letter of Acceptance untuk menjadi research student di laboratoriumnya. Saat itu beliau belum mendapatkan kepastian beasiswa, namun memberanikan diri untuk berangkat ke Jepang dan menghadapi segala tantangan yang ada. Sesampai di sini, ternyata beliau masih harus berjuang mempersiapkan bahasa Jepang yang disyaratkan secara administratif. Maka rencana memasuki laboratorium Profesor tersebut pun ditunda. Dan lagi, memang, kuliah di tingkat master jurusan elektro menggunakan bahasa jepang sebagai pengantar. Maka tiada pilihan lain selain untuk memperdalam bahasa Jepang terlebih dahulu. Meskipun kutahu belajar bahasa Jepang dari awal membutuhkan perjuangan dan konsistensi tinggi.

Biaya hidup di Jepang memang tinggi, namun Alhamdulillah masih tercover oleh beasiswa yang diberikan Monbukagakusho selama kuberkuliah di sini, insyAllah. Namun tentunya, suami sangat berusaha untuk dapat mencari nafkah bagi istrinya meski berada di dunia yang sangat baru baginya. Aneka pekerjaan sangat siap untuk diterimanya. Karena disini kebanyakan harus menggunakan bahasa Jepang, maka memang tidak sedemikian mudah memperoleh pekerjaan. Bahkan loper koran pun bisa menjadi alternatif yang baik bagi para keluarga yang bersekolah di sini. Meski bukan pekerjaan formal di kantor, namun memang apapun akan diterjangnya untuk sebuah kewajiban dan tanggung jawab. Kami pun berserah diri tentang bagaiman pintu rezeki dariNya di sini.  Namun memang betapa Maha KuasaNya Allah. Ternyata sebuah perusahaan bahan makanan halal milik orang Indonesia tengah membutuhkan seorang pegawai, dan beliau diterima di sana. Dan yang lebih luar biasa adalah ia memperoleh kesempatan untuk mengajar membaca Qur`an mualaf Jepang yang membuat kami makin bersyukur dengan nikmat iman ini. Alhamdulillah wa syukurillah..

Ya Rabb.. lagi-lagi pintu-pintu keajaiban itu Engkau bukakan. Maka di depan sana tantangan untuk menembus ujian bahasa Jepang dan ujian masuk S2 pun masih menunggunya. Demikian pula dengan kuliah MBA berbahasa Jepang yang kujalani saat ini, membutuhkan ketahanan lebih untuk bisa berprestasi. Namun tiada yang patut hamba sangsikan akan besarNya kuasaMu. Yang hanya boleh hamba lakukan hanyalah terus berikhtiar dengan penuh keyakinan bahwa Allah bersama orang-orang yang bersabar. Bersabar dalam berjuang meniti takdir hidupnya.

Suamiku.. Terimakasih atas segala perjuanganmu. Doakan diri ini selalu bisa menjadi istri yang menyejukkan mata dan mendampingi perjuanganmu.. hingga akhir hayat kelak..hingga kita dikumpulkan kembali di JannahNya.. aamiin..

Subhanallah..Alhamdulillah.. Walaa ilaa haillallahu Wallahu akbar..

Setiap asa yang terhimpun akan keyakinan pada Illahi Rabbi..

Keyakinan bahwa tiada yang tidak mugkin untuk sebuah tujuan yang mulia

Tujuan untuk menjalani takdirNya dengan penuh perjuangan, keikhlasan karenaNya dan kesyukuran

Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah..

Fukuoka, 31 Mei 2011

spesial untuk sahabat2 kami: Ratih-Septi, Vanie-Kur, Hilman-istri, Putri-Uyo, Shiddiq-istri, Rita-Iman, Wilda-suami, Mita-Krisna, Nita-Tamam^^