Tips ‘n Trik Beasiswa S2 Monbusho

Kali ini saya ingin berbagi tentang proses menjalani seleksi beasiswa S2 Monbukagakusho (Kementerian Pendidikan Jepang) melalui program Research Student dan beberapa tips dan trik yang mungkin berguna. Alhamdulillah saat ini saya telah masuk dalam kandidat inti yang merupakan 41 orang di antara 5000-an peserta seleksi. Namun masih menunggu fiksasi proses di Jepang untuk bisa berangkat Oktober tahun 2010 ini. (Mohon doanya ya..=))

MENGAPA JEPANG?
Pergi ke Jepang selama setahun saat SMA dalam program pertukaran pelajar AFS adalah salah satu pengalaman terluar biasa yang saya alami. Sebuah kesan yang sangat baik saya peroleh tentang negeri Jepang. Keindahan alamnya, keteraturan masyarakat dan kotanya, disiplinnya dan fasilitas umum yang begitu nyaman membuat saya terkagum-kagum dengan negara matahari terbit itu. Maka, saya sempat berpikir kapan lagi saya berkesempatan untuk pergi ke sana. Maka, saya memasukkan list Jepang dalam daftar negara yang saya tuju untuk jenjang S2. Sejak awal kuliah saya sudah membuat perencanaan tentang apa saja yang akan saya capai dalam 4 tahun termasuk perencanaan untuk melanjutkan S2. Karena saya sudah berazzam untuk S2 tanpa biaya dari orang tua. Selama beasiswa masih bertebaran dimana-mana maka sangat sayang jika kita tidak mengambil kesempatannya.

TERUS GIMANA?
Prosesnya sederhana, hanya mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Googling infonya (FYI : untuk keberangkatan 2011, deadline aplikasi tanggal 12 Mei 2010).
2. Persiapkan persyaratannya meliputi IPK minimal 3, TOEFL 550 atau Bahasa Jepang JLPT level 2, Sertifikat kesehatan, surat rekomendasi dari dosen atau kampus, prestasi pendukung.
3. Mengisi formulir yang tersedia. Tunggu panggilan.

Secara umum ada 3 tahap tes:
1. Seleksi Dokumen
Tahun lalu saya memasukkan aplikasi akhir Mei dan dipanggil untuk tes sekitar bulan Juli. Saat itu saya belum lulus kuliah, tapi untunglah tidak disyaratkan adanya ijazah ketika mendaftar seleksi. Yang penting kita sudah lulus pada bulan April tahun depannya.
2. Tes tulis bahasa Inggris dan Jepang
Selanjutnya adalah tes tulis bahasa Inggris dan Jepang. Peserta boleh mengerjakan keduanya atau minimal bahasa Inggris saja. Jika Anda memahami bahasa Jepang itu akan sangat menjadi poin plus. Jadi, persiapkan bahasa Jepang Anda meski pun masih dasar. Sewaktu SMA kebetulan saya mengantongi sertifikat JLPT level 2 setelah setahun pertukaran, ternyata ini sangat membantu. Tapi tenang saja, banyak di antara kandidat yang mengandalkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan bahasa Jepang seadanya. Enaknya seleksi beasiswa S2 adalah tidak ada tes eksakta seperti fisika atau kalkulus=)
3. Wawancara
Saya diwawancara oleh lima interviewer yang terdiri dari 3 orang Jepang dan 2 orang Indonesia. Pengantarnya bahasa Inggris tapi saya juga menggunakan bahasa Jepang untuk menjawab beberapa pertanyaan (Tapi sebenarnya saya sudah lama sekali tidak menggunakan bahasa Jepang aktif). Apa yang ditanya ketika wawancara? Mereka lebih banyak menanyakan tentang rencana riset kita dan bagaimana beasiswa S2 ini akan terkait dengan goal kita di masa depan. Jadi, kita akan setahun riset dulu baru setelahnya S2 selama dua tahun. Nah, sebetulnya saya tidak sedemikian mempersiapkan riset yang terlalu wow. (Karena saya melihat rekan-rekan yang lain ada yang sudah membawa berkas terkait risetnya). Ketika ditanya riset, saya bermodalkan konsep yang ada di pikiran tanpa dokumen pendukung apapun=) Bahkan, sebenarnya saya baru saja sampai pagi itu di kedutaan Jepang di Jl. Thamrim Jakarta karena baru saja mengikuti PIMNAS di Malang. Tapi saya tetap berangkat dengan santai dan pasrah saja. =)
Saya rencanakan akan meriset tentang e-commerce di Jepang yang sangat maju yang sejalan dengan Tugas Akhir saya. Maka, untunglah saya cukup ingat apa saja bagian dalam tugas akhir yang sedang digarap. Minimal saya menceritakan jurnal-jurnal yang menjadi dasar TA saya dan mengapa topik ini cocok untuk dipelajari di Jepang. Selain itu kita ditanya juga tentang kesiapan kita menghadapi dunia Jepang.
Jangan lupa bahwa kelancaran bahasa Inggris Anda pun akan sangat menentukan performa ketika interview. Disarankan bagi Anda untuk terus melatih bahasa Inggris aktif Anda selama masa kuliah S1. Jika Anda berkemampuan bahasa asing lainnya, itu juga akan sangat menjadi poin plus. (Lebih lengkapnya tentang tips sukses interview, bisa lihat di sini). Jurusan S2 yang dipilih sebaiknya yang sejalan dengan S1 Anda. S1 saya adalah Teknik Industri dan Saya memilih jurusan S2 Commerce and Management dengan gelar MBA karena berharap ini juga mendukung track saya di jalan entrepreneurship yang saya pilih.
Sebelumnya, saya juga sudah mengontak professor di Jepang via email. Ini juga akan menjadi faktor yang cukup penting. Sebaiknya Anda sudah mengontak professor jauh-jauh hari sebelumnya.

SEBAIKNYA..
1. Anda memilih jurusan S2 yang sejalan dengan jurusan S1 Anda.
2. Mempersiapkan bahasa asing Anda sejak dini.
3. Mempersiapkan track record yang mendukung (misalnya dari segi akademis, prestasi selama kuliah, pengalaman organisasi dan lain-lain).
4. Sudah mengontak professor terlebih dahulu.
5. Lengkapi persyaratan sebaik-baiknya.
6. Tetap berikhtiar dan berdo’a dengan maksimal. Semoga dipertemukan dengan takdir Allah untuk pergi kesana.
7. Terus berpositive feeling bahkan hingga di saat interview. Yakinlah bahwa prasangka Allah sesuai prasangka hambaNya.

Semoga dimudahkan. Tiada daya dan upaya kecuali karena kehendakNya, maka jalani prosesnya dengan ikhlas dengan menyandarkan semuanya kepadaNya.
Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Cina.. dari buaian hingga ke liang lahat..
(jangan lupa ya, deadlinenya 12 Mei 2010)

Bandung, 9 mei 2010
@HIKARI bjs office

Penulis adalah alumni Teknik Industri IT Telkom 2005, lulus Oktober 2009.
Saat ini beraktivitas sebagai owner dan pengajar di HIKARI LANGUAGE CENTER.

Kunci Sukses yang Sebenarnya

Banyak sekali kejadian yang dialami anak manusia yang sebenarnya secara logika merupakan ketidak mungkinan, namun ternyata semua bisa terjadi dengan begitu mudahnya. Seorang kawan yang telah divonis tidak dapat memiliki anak karena pabrik spermanya telah ‘tutup’, ternyata masih bisa melihat harapan dan memohon dengan penuh berserah diri kepadaNya. Di shalat malam yang panjang ia memohon dalam kekhusyukan. Menurunkan gelombang otaknya menjadi alpha dan membiarkan mekanisme Tuhan yang bermain dalam memberi keputusan. Subhanallah, doanya terjawab dan pelan-pelan ‘pabrik’ itu mulai berfungsi kembali. Dan sang buah hati pun dapat muncul di muka bumi.

Subhanallah..

Ada juga kejadian teman yang memiliki usaha bermodalkan 20.000 rupiah namun saat ini terus berkembang pesat dengan sumber permodalan dan customer yang beraneka ragam. Ada pula seorang teman yang semasa kuliahnya sudah pergi ke 5 negara yang berbeda untuk sebuah perjalanan prestatif mewakili kampusnya. Padahal dari segi IQ mungkin bukan ia yang terjenius di kampusnya.

Kalo saya boleh mencoba mengusut, tipikal-tipikal orang-orang ‘beruntung’ ini adalah orang-orang yang memperoleh kemudahan dengan serta merta alias rezeki tak terduga karena merekalah yang dipilihNya. Golden ticket memang tidak menghampiri semua orang. Tapi mengamati tipikal mereka, maka benang merah yang saya bisa rasakan adalah bahwa mereka memiliki keikhlasan (yang mungkin hanya Allah saja yang mengetahui). Bahkan rumput yang bergoyang pun tak mengetahui jejak langkah ikhlas mereka. Namun justru karena dunia tak mengetahuinya, maka disitulah ia berhasil menggoreskan amalan ikhlasnya. Dan di sanalah golden ticket dariNya turun.

Ini sejalan dengan apa yang ditulis oleh Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas. Sebuah energi luar biasa besar yang muncul justru ketika orang berada pada titik keikhlasan, titik berserah diri padaNya. Mereka mungkin kelihatan tenang alias adem ayem, sabar, tidak bombastis, namun justru mereka menyimpan rasa syukur, sabar, tekun, dan kefokusan luar biasa dalam mencapai titik-titik yang ingin dicapainya. Sebuah paradigma bahwa sebuah cita-cita harus dicapai dengan kerja keras yang menggunakan dominasi otak dan otot, kini tak lagi relevan. Dominasi otak dan otot tidak cukup, karena dominasi hatilah yang menentukan apa yang telah diikhtiarkan oleh otak dan otot. Era positive thinking telah bergeser menjadi positive feeling. Dan era goal setting telah bergeser menjadi era goal praying. Maka bukan hanya kekuatan pribadi yang bermain disini. Tapi yang lebih besar adalah kekuatan Tuhan. Bukan Force, tetapi Power.

Karena di dalam Al-Qur’an sendiri banyak sekali ayat-ayat yang menyebutkan tentang apa sebenarnya kunci sukses. Kesuksesan bukan hanya hasil dari usaha, namun sesuatu yang hasilnya merupakan hadiah atas usaha dan pertemuan rencana manusia dengan takdir Allah. Maka banyak orang yang menyebutkan kesuksesan sebagai keberuntungan. Karena tidak semua yang telah berusaha dengan kadar yang sama bisa memperoleh hasil yang sama. Ada tangan Allah yang menentukan ending-nya. Dan memang itulah keberuntungan seperti yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an.

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)” (QS. 87:14)

“Wahai orang-orang yang beriman ! Rukuklah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu dan berbuat baiklah agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Hajj : 77)

Sungguh telah beruntung kaum mukiminin, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka”. (Al-Mukminun: 1-2)

Maka, sebenarnya keberuntungan itu tidak jauh dari orang-orang yang kerap menyucikan diri (menjadikan diri ikhlas), ahli rukuk, sujud (shalat khusyuk), taat ibadah dan berbuat baik.

Beberapa hadits Nabi pun menambahkan..

“Yang pertama-tama diperhitungkan terhadap seorang hamba di hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang sholatnya. Apabila shalatnya baik, maka dia beruntung dan sukses. Apabila shalatnya buruk, maka ia kecewa dan merugi.” (HR. An-nasa’i, At-turmudzi)

“Sedekat-dekat hamba kepada Tuhannya ialah dikala hamba itu bersujud (didalam Shalat). Maka banyak-banyaklah berdo’a didalam sujud itu”
“Perbanyaklah sujud kepada Alloh. Sesungguhnya bila sujud sekali saja Alloh akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu.” (HR.Muslim)

Ibadah yang benar (Shahihul ibadah) pada akhirnya akan mempengaruhi kesucian jiwa, dan kehusyukan sehingga fokus mencapai hal-hal yang telah direncanakan dengan energi yang maksimal. Itulah kondisi ikhlas ketika jiwa telah suci dari kekotoran orientasi dan tertuju fokus menyandarkan diri pada Pemilik Alam Raya, Rabb kita.

Seperti diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al-Bihar: “Apabila seorang hamba berkata, ‘Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah’ maka Allah menjawab, ‘Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhals berpasrah diri, maka  bantulah ia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya”.

“Mahasuci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.” (Al-Isra’: 108)

Subhanallah.. Maka jelaslah jalan menuju sukses memperoleh kebahagiaan yang hakiki..

Wallahu alam bisshshowab,

setelah sekian lama tidak menulis..

b4 00 am. @bjs

Metode Menghafal Qur’an

Impian setiap kita untuk dapat menjaga kitab yang mulia. Selamat Menjadi Mujahid Penjaga Qur’an. Semoga dimudahkan.

Saya Mengutip dari hafez.wordpress.com

——————————————————————————————————————————————————-

Akhirnya….selesai juga penyalinan metode menghafal qur’an ini…. Sudah 2 tahun saya mencari di internet tapi tak juga ketemu cara, tips, metode hafalan qur’an meskipun dokumennya saya punya..tapi ya itu tadi di internet ga ada.. so here we go.. metode menghafal qur’an yang ditulis oleh seorang hafiz juara lomba menghafal qur’an di tingkat nasional maupun internasional. Semoga allah melimpahkan rahmat atas beliau amin. Silahkan mengutip, menyalin dan memperbanyak TANPA menuliskan blog saya sebagai sumber.

Metode Menghafal Qur’an Bersama Mudhawi Ma’arif

I. Pendahuluan

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:

a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)

b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala

2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:

a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)

b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.

c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan) Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan

1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah

2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga al-qur’an

3. Istiqomah sampai ajal musamma

4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)

5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)

6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)

7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok)

8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu

9. Memahami ayat yang akan dihafal

III. Macam-macam Metode Menghafal

A. Sistem Fardhi Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulani kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.

B. Sistem Jama’i

Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian. Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:

a. Persiapan: 1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah 2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta 3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah 4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama

b. Setoran ke ustad/ ustadzah:

1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama 2. Setor hafalan baru: a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri. c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi. 3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja’ah ditempat:

1. Kembali ketempat semula. 2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran 3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya 4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah. IV. Keistimewaan sistem jama’i 1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar 2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-qur’an didepan orang lain 3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca 4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an 5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik 6. Menguatkan hafalan lama dan baru 7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru 8. Meringankan beban ustad 9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an 10. Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah 11. Siap untuk dites dengan sistem acakan 12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan V. Jaminan 1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya 2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat 3. Pilihan Allah dan memperoleh surga ‘adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)

VI. Metode Muroja’ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat al-qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-‘ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah. Berikut ini cara muroja’ah:

1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.

2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.

3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/suami dst 4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini: · Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu · Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan · Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah)

Me, HIKARI and Enterpreneurship

Ini adalah posting pertama saya yang berbicara tentang enterpreneurship. Sebuah dunia yang juga baru mulai saya tekuni ketika kuliah. Tepatnya sejak 13 Februari 2007 ketika berdirinya sebuah Lembaga bahasa bernama HIKARI LANGUAGE CENTER (dulu namanya HIKARI Language Solution). Sebuah lembaga yang bagi saya lebih dari sekadar tempat menjalankan apa yang kita sebut ‘bisnis’ yang identik dengan profit dan segala trick marketing. Namun lebih dari itu, yang menjadi spirit utamanya adalah misi yang jauh menembus batas untuk bisa meng-empower orang-orang yang berada di dalamnya maupun di sekitarnya. Sehingga perjalanan HIKARI sejak didirikan hingga hari ini, bagi saya sendiri adalah sebuah petualangan intelektual, intuisi bisnis sekaligus perjuangan spiritual yang memberikan energi yang luar biasa untuk terus memberikan manfaat seluas-luasnya melalui enterpreneurship yang penuh kejutan, tantangan, peluang, keasyikan dan kreativitas.

Dengan slogan Language for All, HIKARI Language Center berharap menjadi pioneer bagi penyedia jasa kursus bahasa asing dengan konsep One Stop Language Service yang menyediakan 8 jenis bahasa asing (Jepang, Inggris, Arab, Korea, Mandarin, Jerman, Perancis, Belanda).

HIKARI Language Center bercita-cita untuk membuat sebanyak-banyaknya kesempatan bagi anak-anak hingga orang tua untuk bisa belajar bahasa asing dan menjadikannya sebagai pengetahuan dan keterampilan yang bisa menaikkan martabatnya. Dan pada akhirnya meningkatkan martabat dan daya saing bangsa. Maka harapannya, HIKARI (dalam bahasa Jepang artinya cahaya) dapat menjadikan bahasa sebagai ilmu yang terus mencerahkan orang yang memilikinya. Oleh karena itu,  dibuat pula sistem subsidi bagi anak-anak kurang mampu untuk dapat juga belajar bahasa asing dimana sumber dana subsidinya adalah dari kelas-kelas yang berjalan reguler di HIKARI ini.

Dari tanpa lokasi, kemudian memiliki kantor di Februari 2009, dan di Januari 2010 membuka 2 cabang baru di Bandung serta masuk sebagai finalis Wirausaha Muda Mandiri 2009, HIKARI telah mengalami proses yang luar biasa dinamis dan bahkan beyond my expectation. Oleh karena itu, rasa syukur yang tak henti-hentinya sudah sepantasnya saya haturkan kepada Allah SWT. Serta rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang terlibat selama perjalanan ini. (Detail tentang HIKARI dan WMM 2009 dapat dilihat di  artikel di Warta Kota, ada satu lagi juga).

Di usia HIKARI yang 3 tahun ini, seperti halnya bayi, maka HIKARI diharapkan bisa berjalan dan mulai berlari untuk menapaki dunia yang lebih luas dan dipenuhi karunia-Nya. Sebagai sebuah sistem yang terus ber-kaizen, Tentunya HIKARI akan terus meningkatkan dan menyempurnakan sistem dan performansinya. Dukungan dan do’a dari semua pihak tentunya akan menjadi energi luar biasa bagi kami.

Semoga Allah meridhoi perjalanan ini.

-to be continued..

b4 my short walk to gondangdia


Also see the details about HIKARI LC here:

Web HIKARI : www.hikari-lc.com

fb dan email : hikari.lc@gmail.com

Jeda di Antara Milestones

Subhanallah.. Sampai pada titik ini, aneka anugerah dan kebahagiaan tak henti-hentinya Engkau berikan. Tak mampu rasanya hamba menghitung satu-persatu rasa demi rasa kebahagiaan itu sementara begitu banyak kekurangan diri terhadapMu. Hamba benar-benar tak pantas untuk meminta nikmat-nikmat lainnya. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.. Segala puji bagi Allah , Rabb semesta alam..

Banyak sekali yang ingin saya share pengalaman selama setahun terakhir, bahkan 4 tahun terakhir bahkan hampir 24 tahun terakhir ini. Subhanallah.. Fabiayyi ‘alaa irobbikumaa tukadzdzibaan..

Nikmat-nikmat yang melimpah kepada makhluq papa seperti hamba.

Jikalau boleh hamba memohon ya Allah, maka berikan hamba kekuatan untuk meningkatkan ketaatan padaMu dan tidak tergelincir dengan segala nikmat yang Engkau berikan. Sementara hamba sangat tahu betapa kurangnya tabungan amalan hamba. Kurang khusyuknya shalat-shalat hamba, bacaan Qur’an hamba, puasa-puasa hamba, Shalat malam yang mengosong, infaq yang tidak kontinyu, hafalan Qur’an yang tak meningkat. Dan amal-amalan lainnya yang sangat kurang keikhlasan dan kebaikannya. Ya Rabb,  Mudahkanlah untuk mencapai derajat taqwa. Karena yang terbaik di sisiMu adalah yang paling bertaqwa. Bukan yang paling banyak mendapat nikmat. Atau terlihat paling banyak nikmatnya.

di North window of WA 1st floor

setelah sejenak agak bisa bernafas..

(= SmiLe AnD SucCEsS =)

Senyumlah kita hanya kerana Allah senyuman itu tanda keikhlasan..(Raihan)

Pernah merasa susah tersenyum? Pastinya pernah ya.. Khususnya saat pikiran sedang berkecamuk dengan aneka problematika dunia. Orang yang terlihat suka cemberut cukup merepresentasikan suasana hatinya. Dan jika itu sering dilakukan dan menjadi kebiasaan, maka pada akhirnya itu bisa menjadi karakter, dan dijulukilah ia Si Pemurung, Cuek, Tidak ramah, dan lain sebagainya. Semuanya cuma berawal dari senyuman.

Saya pun teringat kata-kata Bob Sadino, guru enterpreneur Indonesia yang sangat eksentrik itu. Di sebuah seminar Program Mahasiswa Wirausaha 2009 di DIKTI, beliau mengatakan resep sukses bisnis adalah dengan SENYUM. Dengan memulai senyum, maka barrier akan runtuh, dan orang lain akan dapat membuka jalinan silaturahimnya dengan kita sehingga dimulailah kerja sama-kerja sama selanjutnya.

Bahkan Rasulullah pun telah mengisyaratkan bahwa “Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah” sehingga senyum adalah bentuk ibadah yang menjadi salah satu ciri baiknya akhlaq seseorang. Bahkan, lebih jauh lagi, senyuman adalah representasi dari kuatnya keimanan seseorang, karena senyum menunjukkan keikhlasan hatinya menjalani segala ketentuan Allah seberat apapun di kondisi apapun. Stay cool, calm, & confident, even in the hardest condition.

“Janganlah kalian menyepelekan kebaikan sekecil apapun bahkan sekedar berwajah menyenangkan (senyum) di hadapan saudaramu” (HR. Muslim)

Mengutip dari herbalcenter.wordpress.com, berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:

1. Senyum membuat Anda lebih menarik. Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.

2. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika Anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat Anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga Anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum, Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda terlihat sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

 

Selamat menghadapi dunia dengan tersenyum=)

Inspirasi dari Sang Imam

Kita tentu mengenal nama Imam Bukhari. Kitabnya, yang hanya berisi hadits-hadits shahih, disepakati sebagai kitab hadits paling benar, paling akurat, dan paling argumentatif sebagai dalil sesudah Al-Qur’an. Namun tahukah kita bahwa proses beliau memulai mengumpulkan hadits dimulai ketika ia berusia 18 tahun dengan berkeliling ke berbagai negeri dan menemui lebih dari seribu orang dalam kurun waktu 16 tahun? Ia harus memilih 7000 hadits shahih dari 600.000 hadits yang telah didapatkannya dari perawi yang meriwayatkan hadits yang juga harus disortir menurut kualifikasi tertentu. Sebuah pekerjaan yang sangat rumit dan sulit dibayangkan. Endurance-nya, ketahanannya, keistiqomahannya selama 16 tahun itu adalah demi satu hal : menunaikan janjinya pada dirinya sendiri, menjadi orang yang mengumpulkan hanya hadits yang shahih. Dan sampai zaman ini, karyanya mendapat respon dan apresiasi yang sangat luar biasa oleh generasi di zamannya. Juga generasi sesudahnya. Dan sesudahnya. Dan seterusnya. Berkah dari karyanya terus terpancar.

 Yang juga sangat menarik dari perjuangannya yang luar biasa adalah bahwa ternyata diinspirasi dari kata-kata dari gurunya yang begitu membekas. Di suatu hari, gurunya yang bernama Ishak bin Rahaweh yang juga penghafal hadits yang sangat brilian, berkata, “Sekiranya ada di antara kalian yang mengumpulkan hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah”, ucapnya. Inilah yang menjadi nasihat peletup yang paling menggugah sepanjang hidupnya. Maka hari itu ia berkomitmen pada dirinya bahwa ialah yang yang akan menjawab harapan sang guru. Itulah peletup. Pemicu. Yang menimbulkan keinginan kuat pada dirinya, dari seorang Muhammad bin Ismail menjadi seseorang yang dikenal dengan nama Imam Bukhari dengan karyanya.

Ia menjadi seseorang karena ia memutuskan ia menjadi seseorang. Keinginan kuatnya mendorongnya untuk menjadi berarti melalui karyanya yang tidak semua orang mampu melakukannya. Maka ketika kita telah menemukan pemicu itu (atau dalam dunia motivasi disebut dengan Anchoring) maka gunakan itu sebagai lecutan yang bisa jadi berasal dari sesuatu yang simpel dan singkat. Dari sana, jaga keinginan kuat Anda untuk terus tertanam dan terus mulailah melangkah untuk mewujudkannya. Nama saya, Herpin Dwijayanti, pun tidak akan menajdi siapa-siapa ketika saya meninggal nanti jika tidak ada karya apapun yang saya buat sebagai bentuk komitmen. Bentuk dorongan untuk menjadi berarti di bumi. Maka setiap kita adalah murid, namun tidak semua murid adalah pembelajar yang mampu mengambil hikmah dan menjadi manusia yang lebih cemerlang dari hikmah-hikmah itu.

Maka, kuatkan tekad Anda untuk meraih impian Anda. Untuk menyelesaikan kuliah Anda dengan nilai terbaik, untuk menyukseskan bisnis yang Anda jalani, untuk memenangkan aneka kompetisi dengan karya yang berarti, untuk sukses sekolah di luar negeri, untuk menghafal Qur’an, dsb. Imam Bukhari adalah salah satu contoh pejuang yang konsisten dan luar biasa ketahanannya dalam meraih mimpinya dengan yakin dan berkomitmen pada dirinya sendiri. Jika beliau bisa, maka kita pun insyaAllah PASTI BISA.

Terinspirasi dari majalah mungil yang inspiratif : Tarbawi..

Setengah jam yang begitu berarti di gerbong Depok Ekspres

Multiple Values of Time

Sampai saat ini, isu manajemen waktu selalu ga ada habisnya untuk dibahas. Kenapa? Karena penyakit sulit mengatur waktu menjangkiti hampir di tiap strata usia. Entah siswa, mahasiswa, pegawai, maupun orang tua, still deal with what we call as Time Management. Secara, kita setiap hari memang mau tidak mau akan terus berpacu dengan waktu. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan seterusnya. Ada yang dapat menghasilkan 100 karya dalam 100 hari, ada juga yang hanya 50 karya dalam 100 hari, bahkan ada juga yang nol karya dalam 100 hari. What so wrong?

Dalam pertandingan balap sepeda, ada yang mencapai garis finish 1 menit, ada yang dua menit, ada juga yang tiga menit. Dalam dunia perkuliahan, ada mahasiswa yang bisa kuliah sambil ikutan BEM, sambil bisnis, sambil macam-macam tapi tetap sukses dengan prestasi akademisnya. Ada juga yang kuliah dan belajar aja tapi tidak juga maksimal prestasinya. So what so wrong?

Kalo saya lebih senang menggunakan istilah memanfaatkan waktu, lebih dari sekadar mengatur atau manajemen waktu. Karena mengatur belum tentu memanfaatkan. Ada nilai spirit esensi pada kata memanfaatkan. Dimana kita melihat waktu sebagai sebuah entitas. Kita melihatnya sebagai sebuah capital (modal) yang dikaruniakan oleh Allah dimana memanfaatkannya adalah sebuah manifestasi kesyukuran kita. Seorang pengusaha akan melihat waktu sebagai aset yang harus terus menghasilkan produktivitas. Karena dia memahami nilai waktu. Seorang ahli dzikir akan memanfaatkan tiap detiknya untuk mengingatNya karena ia tahu perbedaan orang yang berdzikir dengan yang tidak adalah seperti orang hidup dengan mati. Seorang blogger akan mengerti nilai beberapa menit yang dapat dikonversinya menjadi karya tulisan yang menginspirasi.

Maka untuk dapat memanfaatkan waktu, maka kita mesti paham the multiple values of time. Sayang banget kalo capital yang freely given by God ini kita sia-siakan. Kalo para kapitalis aja bilang Time is Money, maka kita pun akan bilang TIME IS MORE THAN JUST MONEY. Karena memang potensinya yang sangat multiple. Sayang aja kalo selama 20 tahun kita hidup ternyata 15 tahunnya hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak jelas. Ngegame all the time kah, sleeping all the time kah, or menjadi budak nafsu all the time kah.. You could do better than that. Trust Me!

Now what? Let’s jump to the real area?

Ketika kita sudah menyadari the multiple values of time, tidak serta merta juga kita jadi orang yang produktif. Serentetan rencana sudah tertulis di organizer kita. Tapi kenapa banyak yang akhirnya cuma di atas kertas aja?

Hmm let’s analyze.. Is it really your dream organizer or your time robot? Kita harus memperlakukannya sebagai organisator mimpi kita. Bukan jadwal yang jadi robot waktu kita. Kaku, membuat kita terpenjara dan malah bingung sendiri. Lihatlah jadwal yang kita buat itu sebagai langkah-langkah kecil kita menuju mimpi kita yang besar. Bayangkan betapa jauhnya mimpi kita akan tergapai jika satu saja diantara langkah tadi tidak terlaksana pada waktunya. Maka pengendalian diri sangat penting utnuk tetap menjaga kita pada tracknya. Kalahkan bisikan-bisikan untuk keluar dari fokus kita yang akan menjauhkan kita dari perjalanan meraih mimpi kita melalui perencanaan yang telah kita buat.

So, practically, ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba :

1. Milikilah Mimpi besar terlebih dahulu, ini akan menjadi energi Anda dalam menjalankan tiap langkah spesifik yang Anda buat. Mimpi yang besar akan memberikan motivasi besar. Mimpi yang kecil juga akan memberi motivasi kecil. Stephen Covey menggunakan istilah “Start from the End” untuk ini. Mimpi besar anda bisa jadi menjadi tujuan jangka panjang, lalu breakdown ke dalam tujuan empat tahunan (misal bagi mahasiswa di masa kuliahnya), lalu breakdown ke dalam tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Buatlah dengan fleksibel namun tetap memastikan goal tercapai pada waktunya, jangan malah terpenjara dengan jadwal Anda karena terlalu strict.

2. Jangan lewati satu hari pun tanpa menghasilkan karya yang menjadi prestasi Anda di hari itu. Sia-sia luar biasa.. So bad..

3. Masukkan batu besar dulu ke ember, baru batu-batu kecil. Prioritas!

4. Beri reward pada diri Anda karena berhasil memaksimalkan pemanfaatan waktu.

5. Pandai-pandai merefresh diri lagi di sela-sela pekerjaan. Kalo di 7 habits nya Covey, beliau menggunakan istilah Asah Gergaji. Alhamdulillah bagi yang muslim punya fasilitas shalat lima waktu untuk merefresh jiwa kembali alias Tazkiyatun Nafs or pensucian jiwa or zero mind process dalam istilah ESQ-ers. Betapa setelah merefresh diri, energi Anda akan kembali berlipat-lipat untuk memulai kembali aktivitas. Tapi lucunya, saat ini banyak orang yang porsi hiburan dan berkaryanya justru lebih banyak hiburannya. Jadi habislah produktivitasnya. Padahal syurga itu tidak terletak pada sesuatu yang enak ya. Maka menahan diri untuk ‘bersakit-sakit’ dahulu menjadi penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas.  

Yuuk.. Mari kita membuat multiple values of time benar-benar tergapai dengan smart memanfaatkan waktu. Penyesalan selalu datang belakangan, so dont let it happen to you. Be optimistic!

Waktu adalah pedang, ia akan menebas siapa saja yang tidak cerdas mengendalikannya.

Wallahu alam bishshowab

-setelah td siang dapat kabar baik- alhmdulillah..

 

IT’S YOU WHO DECIDE

It’s you who decide

Whether you do the munajah in one-third of night or letting the serenity goes away

It’s you who decide

Whether you strengthen your spirit with Al-Ma’tsurat or giving up your day with emptiness

It’s you who decide

Whether Dhuha prayer is your need or just a “when I have time” activity

It’s you who decide

Whether you keep 1 juz of Qur’an reading or satisfied by only few rows of revelation in a day

It’s you who decide

Whether you listen to strengthening sound or the weakening ones

It’s you who decide

Whether you will keep up your faith or letting your self to be fulfilled by weakness and grievance

It’s you who decide

Whether you will run toward God, walk or even stepping back

It’s you who decide

Whether you deserve to be the winner or loser in this eternal battle

On the Last day 0f 2009

Sebuah Obrolan di Malam itu..

Sebuah insight yang ingin saya share kepada Anda hari ini.

Sebelumnya, saya perlu mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga karena diberi kesempatan untuk tersentuh oleh tarbiyah. Sebuah nikmat yang amat sangat tidak rela untuk lepas dari diri ini karena saya tidak bisa membayangkan betapa diri ini akan jauh dari nilai-nilai yang seharusnya ketika Allah tidak memberi hidayahNya lewat jalan tarbiyah, proses pendidikan Islam yang memberi kita kesempatan untuk merenung dan menyemai benih keimanan.

Karena saya diberi kesempatan  untuk mengenal ilmu Allah (meski baru sangat sedikit) yang bahkan seluruh pohon di bumi dijadikan pena dan seluruh air di lautan dijadikan tinta pun tidak akan  bisa menuliskan semua ilmuNya. Sehingga ketika setitik saja ilmu itu kita terima, maka hidup serasa dipenuhi cahaya terang yang membawa kebahagiaan hati yang jauh dari nilai-nilai semu. Apalagi ketika kita terus menggali ilmu itu. Karena ilmu tentang Iman dan Islam bukanlah sekadar tentang shalat, puasa, zakat, tapi mencakup segala orientasi hidup dari yang terkecil sekalipun (bayangkan, hingga kebaikan sebesar dzarrah pun ada balasannya). Maka membuka lembar demi lembar ilmu tentang Islam akan membuka potensi seluas-luasnya diri seorang anak manusia. Karena ketika kita yakin Allah adalah Sang Pencipta, maka kita yakin apapun yang diturunkanNya adalah formula terbaik untuk yang diciptakanNya. Dan formula itu adalah Islam. The key of lifetime and ‘after life’ happiness. Subhanallah..

Dan keinginan untuk membuat orang lain merasakan bagaimana indahnya Iman dan Islam ini pun membuncah. Yang pasti banyak sekali keutamaan yang akan kita peroleh ketika kita menjadi jalan hidayah bagi orang lain. Termasuk kepada keluarga kita. Kecintaan kita yang tinggi pada ortu kita, adik dan kakak kita, tentu mendorong rasa keinginan yang kuat untuk membuat mereka juga berada dalam jalan kebenaran yang penuh kebahagiaan. Terkadang kita mungkin sering gemas melihat adik kita atau anak kita atau keluarga kita yang kadang shalat pun masih susah, dan masih sangat berat melakukan amalan-amalan kebaikan.

Maka apa kata Allah tentang ini? Kita  diminta untuk menyampaikan (berdakwah) dengan hikmah, dengan kata-kata dengan lembut. Karena jika kata-kata yang keluar itu kasar maka mereka pun akan menjauhi. Tentu kita memahami ilmu psikologi yang cukup common sense, dimana jika kita bersikap baik, maka orang lain pun akan terpengaruh juga untuk bersikap baik. Karena sekecil apapun, setiap orang melakukan proses mempengaruhi satu sama lain. Bahkan walaupun hanya melalui perilaku tanpa kata-kata.

Dan ini terjadi malam tadi. Sebuah langkah yang semoga bisa memberikan efek yang terus menerus. Ini tentang titik perubahan dalam hidup. Adik saya yang sudah usia baligh, SMA kelas 1, kalo yang saya amati, memang masih sangat ABG. Kecenderungannya sebagai remaja laki-laki tentunya seperti halnya ABG pada umumnya. Maka saya semakin memikirkan  bagaimana ia ke depannya jika ia terus mengikuti arus sekitarnya tanpa mengenal jalan apa yang seharusnya ditempuhnya. Saya sudah lama menunggu untuk bisa bicara di saat yang tepat. Banyak sekali perubahan di keluarga ketika empat tahun saya berkuliah di Bandung dan tidak bersama keluarga. Adik-adik sudah bertambah besar dan menapaki kedewasaan, namun belum bisa stabil dalam pondasi imannya. Ketika pun kita hanya menyuruhnya untuk shalat tapi tidak disertai pemahaman yang benar tentang kenapa ia harus shalat, maka ia akan shalat namun acapkali dengan rasa terpaksa. Padahal pada usia itu, momen pencarian jati diri, dimana pertanyaan besar seperti WHO AM I? WHY AM I BORN? Itu perlu dijawab. Jika tidak, maka ia tak tahu kemana ia akan mengarahkan kehidupannya. Pelajaran agama di sekolah terkadang tidak mengisi kebutuhannya akan kesadaran spiritual karena cenderung hanya nilai di atas kertas saja. Maka ketika ia tidak bisa menemukan atau belum mau mengikuti sarana mentoring di sekolahnya, maka saya pun merasa punya tanggung jawab untuk melakukan “mentoring” informal di rumah.

Maka malam tadi saya mendapatkan momen itu, ketika semua tidur, saya matikan tivi di ruang keluarga. Dan saya mulai ngobrol heart- to- heart dengannya. Saya berusaha menghindari penggunaan kata-kata yang menjudge. Dan saya coba ikhlaskan apapun reaksinya. (Pada usia ini ia cenderung punya jiwa memberontak yang tinggi, tapi tetap saya yakin bahwa fitrah keislamannya sebagai manusia pasti ada dan harus tepat menyentuh hatinya (kayak lagu Ari Lasso)). Lalu saya mencari kalimat yang tepat untuk membuatnya berpikir. Lalu saya teringat, metode pertanyaan ke dalam diri adalah salah satu cara yang efektif daripada sekadar pemberian ceramah yang sifatnya menyuruh. Maka, saya tanya beliau : “Tole, tujuan Tole hidup apa ?” Dia malah bertanya balik, “ Emang tujuan Mba Epin hidup apa?” Alhamdulillah dia sudah mulai ingin tahu.

Maka saya menjawab dengan sangat singkat “ Tujuan ku hidup adalah untuk masuk syurga”. Saya menggunakan istilah syurga, yang sebarnya secara esensi adalah Mardhotillah (Meraih ridho Allah). Namun syurga adalah term yang saat ini paling bisa diraih nalarnya. Maka berceritalah saya kepadanya. Sangat panjang dan lebar diselingi pertanyaan2 yang membuatnya berpikir.

Dan biasanya, kalimat2 favorit saya adalah memberikan analogi tentang bumi dan alam semesta. Misalnya tentang kecilnya kita di banding dengan bumi yang begitu besar, apalagi dibanding dengan tata surya, lalu galaksi bimasakti, lalu galaksi lain-lainya di seluruh alam semesta. Maka ia pun mulai membayangkan bahwa ia begitu kecil dan Allah sebagai Pencipta semua itu sangatlah besar dan tak tergambarkan keagunganNya. Saya berikan ilustrasi lain pula tentang zat Allah, yang memang tidak terlihat tapi ada, seperti analogi angin. Lalu memberikan analogi betapa planet2 pun seimbang berada pada orbitnya. Itu karena planet-planet itu (sebagai ciptaanNya) patuh pada ketentuanNya. Jika tidak patuh, maka ia akan bertabrakan satu sama lain dan kiamat lah dunia. Begitu pula dengan manusia. Keseimbangan di dunia hanya bisa diraih dengan satu-satunya jalan. Yaitu menjalankan ketentuanNya buat kita.

 Terus kenapa kita harus menjalankannya? Serentetan alasanpun saya keluarkan. Salah satunya adalah analogi blender (yang saya sangat ingat Murobbi saya di masa remaja dulu mengulang-ulang ini berkali-kali). Perusahaan pencipta blender A pastinya sudah membuat tata cara penggunaan blender A, karena ia tahu seluk beluk sedetail-detailnya tentang blender yang diciptakannya. Maka jika ingin menggunakan blender itu dengan baik, tidak mungkin kita menggunakan tata cara penggunaan blender dengan merek lain yang tentunya berbeda. Maka, demikian juga untuk manusia. Tidak perlu kita berlelah-lelah menggunakan tata cara hidup ala yang lain (yang belum tentu sukses membawa kita ke syurga) sementara Allah sudah memberikan formulasi terbaik untuk ciptaanNya dan syurga jaminannya. Yaitu Islam.

Maka, kembali saya menyebut istilah bumi kepadanya. Maka bumi ini sebenarnya diciptakan sebagai arena pembuktian perjuangan orang di dalamnya. Perjuangan untuk melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dan meminimalisir kebatilannya serendah-rendahnya. Jika pahalanya lebih banyak, maka syurga akan diraihnya, dan jika dosa lebih banyak, maka neraka siap menerimanya. Maka, kembali saya pakai analogi video game. Kalo kita main video game saja, si tokohnya akan terus bertambah poinnya ketika ia berhasil mencapai sesuatu. Maka jika kita ibaratkan bumi ini adalah medan video game tadi, dan kita adalah si tokoh yang berjalan mengumpulkan poin, maka poin-poin itu akan tampak bertambah di hadapan kita tiap kali kita melakukan kebaikan maupun berkurang saat kita melakukan keburukan. Maka, ketika kita mencuci satu piring untuk membantu ibu kita di rumah, ketika kita shalat tepat pada waktunya, ketika kita bersedekah, ketika kita ikhlas memberikan senyum pada yang lain, dan aneka tuntunan Islam lainnya, maka semakin banyak pula poin yang bertambah untuk kita. Kalau mengumpulkan poin di promo sebuah produk saja banyak di antara kita yang semangat, apalagi dalam hal ini yang balasannya JELAS-JELAS SYURGA!

Maka, percakapan kami diakhiri dengan berlalunya saya ke ruang shalat. Saya sengaja tidak mengajaknya shalat. Karena saya ingin melihat reaksinya. Apakah ia bisa beranjak shalat tanpa disuruh? Semenit-dua menit ia belum beranjak, saya pun berdoa dalam hati dalam shalat saya. Saya tahu, ia pasti butuh beberapa saat untuk merenung dan mencerna. Dan beberapa menit sebelum shalat saya selesai, saya mendengar ia melangkah menuju kamar mandi dan mengambil wudhu. Alhamdulillah.. Semoga ia benar-benar diberi lindungan untuk tetap berada pada tujuan dan cara hidup yang benar.

Saya hanya bisa berdo’a semoga keluarga dan orang-yang saya kenal bisa bebas dari api neraka dan meraih syurgaNya. Amin..

Wallahu alam bishshowab.

Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (Thaha: 132)

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)