Archives

Visualize your Dream!!

Saya teringat sebuah cerita dari seorang kawan saya yang cantik dan tinggi semampai, yang nmenurut saya sangat pantas masuk ke jajaran model. Tapi sejak dulu ia dikenal sangat tomboi, dan tidak begitu memperhatikan penampilan, hanya beberapa tahun belakangan ini ia mulai merawat karunia fisik yang dianugerahiNya. Hingga di suatu saat, ia mendaftar di sebuah ajang pemilihan putri di sebuah propinsi untuk menuju putri Indonesia. Tak disangka, ternyata ia masuk final di propinsi. Ia memang cantik dan cerdas, namun tak memiliki pengalaman di dunia model sama sekali. Sementara kontestan lainnya, memiliki pengalaman memenangkan aneka kontes gadis sampul, none A, mojang B, duta ini dan itu. Hmm.. melihat dirinya yang tidak memiliki background apa2, mungkinkah ia bisa melampaui mereka? Tapi ia mencoba fokus ke dalam dirinya, dan mencoba untuk BERPIKIR SEPERTI SEORANG PUTRI INDONESIA. Seolah mereset sistem komputer, ia mencoba membayangkan dirinya adalah seorang putri Indonesia yang dapat berargumentasi dengan cerdas, serta memiliki paras ayu dan tingkah laku yang cantik. Ia fokus mempersiapkan diri hingga hari H final. Berlatih bahasa asing, menggali aneka topik nasional terhangat bahkan hingga melatih cara berjalannya hingga mendekati seorang putri. Dan tanpa disangka, ternyata di Propinsi ia berhasil menang menjadi juara dan berangkat ke kontes level nasional. Sebuah pengendalian pikiran yang berujung pada prestasi dan kesuksesan. Ternyata visualisasinya untuk menjadi seorang putri sejak awal, telah menghantarkannya untuk benar-benar mewujudkannya.

Sahabat,

Kisah di atas adalah juga memiliki esensi serupa dalam banyak kisah lainnya tentang kesuksesan seseorang. Namun demikian, kebanyakan manusia tidak melihat dirinya dengan kacamata positif sehingga orang lain pun akan mencitrakan demikian pada dirinya. Akibatnya, ia yang sebenarnya memiliki potensi elang, menjelma menjadi memiliki potensi ayam hanya karena terkungkung oleh pikirannya sendiri selama bertahun-tahun. Demikianlah yang kerapkali berada di sekitar kita. Kita diciptakan dengan kesempurnaan. Potensi kecerdasan, potensi kesuksesan, potensi kemuliaan, potensi kebaikan, dan segala potensi positif lainnya. Namun kerapkali tertutupi dengan belenggu  yang berupa background keluarga, pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu, negara asal, almamaternya, bahkan di daerah mana ia tinggal, bahkan sekedar merasa hidungnya kuring mancung, atau kulitnya kurang putih. Siapapun kita, berhak untuk menyadari kesempurnaan potensi yang telah dianugerahkanNya pada kita yang saat ini belum tereksplor seluruhnya dalam diri. Seorang yang berasal dari keluarga yang tidak memiliki background ilmuwan, bisa saja menjadi seorang penemu bahkan peraih nobel. Seorang yang tidak memilki background keluarga pengusaha, bisa saja menjadi seorang pengusaha sukses. Seorang yang sebelumnya memilki ketidakpercayaan diri untuk berbicara di depan umum, bisa saja di suatu hari menjadi seorang penyiar berita handal. Seorang wanita yang sebelumnya jarang sekali memasak, ternyata bisa menjadi seorang chef terkemuka setelah ia memutuskan diri ingin menjadi seorang yang chef yang handal. Maka destinasi hidup kita bukanlah ditentukan oleh apa yang ada di sekitar. Tapi pada kemampuan kita untuk memiliki konsep diri positif, menentukan jalan kita sendiri (self determinitive) dan konsisten meraihnya (goal persistency). Meraih impian adalah perkara memutuskan jalan kita sendiri dan tidak kemudian melempem dengan duri kerikil yang ditemui di jalan.

Ada tips-tips mudah yang bisa kita mulai terapkan.

1. Miliki citra diri yang positif.

Setiap kali berhadapan dengan orang lain, hanya wajah menyenangkan serta tutur kata menyenangkan yang terucap. Tidak ada keluhan atau gerutuan. Perhatikan kembali bagaimana ekspresi wajah Anda ketika mengucapkan sesuatu, masihkan terlihat sinis? adakah kata-kata menukik yang mengiris hati orang?  Kenegatifan yang terucap dalam kata atau terpancar di wajah adalah pancaran dari kondisi hati yang negatif  dan keruh. Orang-orang positif akan selalu mudah memberikan pujian atas kelebihan orang lain, dan melihat segala sesuatu dengan kacamata positif. Sehingga senyuman akan mudah terkembang dan perasaan akan senantiasa terjaga dalam semangat hidup yang tinggi.

2. Tentukan goal Anda sekarang, Beranilah Bermimpi!

Jangan biarkan hidup Anda mengalir begitu saja tanpa ada arah tujuan. Mimpi akan sangat membantu Anda untuk melangkah kemana hari ini dan esok hari. Banyak orang yang cerdas namun tidak berakhir di manapun karena ia tidak dapat mendefinisikan impiannya dalam hidup sehingga tidak mengetahui langkah-langkah yang perlu ia ambil unuk maju. Beranilah menentukan suatu targetan tujuan yang mungkin menurut Anda tidak mungkin sekalipun. Goal tinggi, akan menstimulasi pencapaian tinggi. Goal rendah, maka Anda pun akan mencapai sesuatu yang rendah juga. Pasang target yang menantang untuk diri Anda sehingga akan memberikan dorongan lebih bagi Anda. Perasaan tertantang akan meningkatkan kinerja adrenalin Anda untuk terus berusaha mencapainya dengan energi optimisme yang tak putus.

3. Visualisasikan Mimpi Anda!

Jika Anda membayangkan Anda ingin memilki keluarga bahagia sejahtera, maka bayangkan Anda berada dalam kondisi tersebut. Jika Anda bercita-cita pada usia 30 tahun telah memiliki suatu usaha yang sukses, maka bayangkan itu. Jika Anda bercita-cita ingin menjadi seseorang yang konsisten mempelajari AlQur`an dan menghafalkannya, maka bayangkan kondisi ketika Anda telah berhasil menghafal 30 juz itu. Jika Anda bercita-cita ingin menjadi seorang doktor di usia muda dengan aneka penemuan yang bermanfaat, maka bayangkan saat-saat ketika Anda diwisuda dengan predikat itu. Think what you wanna be, then you`ll be..

4. Feel Positive

Ada sebuah kondisi dimana kita tidak hanya memvisualisasikan saja impian kita, namun juga merasakan seolah saat ini kita telah mencapainya. Ini lah perbedaan antara mengangan-angankan dengan mengintegrasikan visi (goal) ke dalam konsep diri kita saat ini. Sehingga ada sebuah sugesti positif yang men-drive kita bahwa kita mampu mencapainya, dan akhirnya benar-benar mencapainya. Sehingga motivasi akan terus terjaga dan terus merasakan aura positif dalam diri kita sendiri.

5. Terus maintain semangat Anda untuk berusaha yang terbaik, dan meyakini mahwa rizkiNya akan ada bagi mereka yang bersungguh-sungguh berusaha. Cintailah Ia sehingga Ia akan semakin mencintai Anda..

Selanjutnya.. terserah Anda..^^

*keep on moving*

@inspirative chuo library,, kyuudai

Advertisements

(= SmiLe AnD SucCEsS =)

Senyumlah kita hanya kerana Allah senyuman itu tanda keikhlasan..(Raihan)

Pernah merasa susah tersenyum? Pastinya pernah ya.. Khususnya saat pikiran sedang berkecamuk dengan aneka problematika dunia. Orang yang terlihat suka cemberut cukup merepresentasikan suasana hatinya. Dan jika itu sering dilakukan dan menjadi kebiasaan, maka pada akhirnya itu bisa menjadi karakter, dan dijulukilah ia Si Pemurung, Cuek, Tidak ramah, dan lain sebagainya. Semuanya cuma berawal dari senyuman.

Saya pun teringat kata-kata Bob Sadino, guru enterpreneur Indonesia yang sangat eksentrik itu. Di sebuah seminar Program Mahasiswa Wirausaha 2009 di DIKTI, beliau mengatakan resep sukses bisnis adalah dengan SENYUM. Dengan memulai senyum, maka barrier akan runtuh, dan orang lain akan dapat membuka jalinan silaturahimnya dengan kita sehingga dimulailah kerja sama-kerja sama selanjutnya.

Bahkan Rasulullah pun telah mengisyaratkan bahwa “Senyum di hadapan saudaramu adalah sedekah” sehingga senyum adalah bentuk ibadah yang menjadi salah satu ciri baiknya akhlaq seseorang. Bahkan, lebih jauh lagi, senyuman adalah representasi dari kuatnya keimanan seseorang, karena senyum menunjukkan keikhlasan hatinya menjalani segala ketentuan Allah seberat apapun di kondisi apapun. Stay cool, calm, & confident, even in the hardest condition.

“Janganlah kalian menyepelekan kebaikan sekecil apapun bahkan sekedar berwajah menyenangkan (senyum) di hadapan saudaramu” (HR. Muslim)

Mengutip dari herbalcenter.wordpress.com, berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:

1. Senyum membuat Anda lebih menarik. Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.

2. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika Anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat Anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga Anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum, Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda terlihat sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

 

Selamat menghadapi dunia dengan tersenyum=)

Multiple Values of Time

Sampai saat ini, isu manajemen waktu selalu ga ada habisnya untuk dibahas. Kenapa? Karena penyakit sulit mengatur waktu menjangkiti hampir di tiap strata usia. Entah siswa, mahasiswa, pegawai, maupun orang tua, still deal with what we call as Time Management. Secara, kita setiap hari memang mau tidak mau akan terus berpacu dengan waktu. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan seterusnya. Ada yang dapat menghasilkan 100 karya dalam 100 hari, ada juga yang hanya 50 karya dalam 100 hari, bahkan ada juga yang nol karya dalam 100 hari. What so wrong?

Dalam pertandingan balap sepeda, ada yang mencapai garis finish 1 menit, ada yang dua menit, ada juga yang tiga menit. Dalam dunia perkuliahan, ada mahasiswa yang bisa kuliah sambil ikutan BEM, sambil bisnis, sambil macam-macam tapi tetap sukses dengan prestasi akademisnya. Ada juga yang kuliah dan belajar aja tapi tidak juga maksimal prestasinya. So what so wrong?

Kalo saya lebih senang menggunakan istilah memanfaatkan waktu, lebih dari sekadar mengatur atau manajemen waktu. Karena mengatur belum tentu memanfaatkan. Ada nilai spirit esensi pada kata memanfaatkan. Dimana kita melihat waktu sebagai sebuah entitas. Kita melihatnya sebagai sebuah capital (modal) yang dikaruniakan oleh Allah dimana memanfaatkannya adalah sebuah manifestasi kesyukuran kita. Seorang pengusaha akan melihat waktu sebagai aset yang harus terus menghasilkan produktivitas. Karena dia memahami nilai waktu. Seorang ahli dzikir akan memanfaatkan tiap detiknya untuk mengingatNya karena ia tahu perbedaan orang yang berdzikir dengan yang tidak adalah seperti orang hidup dengan mati. Seorang blogger akan mengerti nilai beberapa menit yang dapat dikonversinya menjadi karya tulisan yang menginspirasi.

Maka untuk dapat memanfaatkan waktu, maka kita mesti paham the multiple values of time. Sayang banget kalo capital yang freely given by God ini kita sia-siakan. Kalo para kapitalis aja bilang Time is Money, maka kita pun akan bilang TIME IS MORE THAN JUST MONEY. Karena memang potensinya yang sangat multiple. Sayang aja kalo selama 20 tahun kita hidup ternyata 15 tahunnya hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak jelas. Ngegame all the time kah, sleeping all the time kah, or menjadi budak nafsu all the time kah.. You could do better than that. Trust Me!

Now what? Let’s jump to the real area?

Ketika kita sudah menyadari the multiple values of time, tidak serta merta juga kita jadi orang yang produktif. Serentetan rencana sudah tertulis di organizer kita. Tapi kenapa banyak yang akhirnya cuma di atas kertas aja?

Hmm let’s analyze.. Is it really your dream organizer or your time robot? Kita harus memperlakukannya sebagai organisator mimpi kita. Bukan jadwal yang jadi robot waktu kita. Kaku, membuat kita terpenjara dan malah bingung sendiri. Lihatlah jadwal yang kita buat itu sebagai langkah-langkah kecil kita menuju mimpi kita yang besar. Bayangkan betapa jauhnya mimpi kita akan tergapai jika satu saja diantara langkah tadi tidak terlaksana pada waktunya. Maka pengendalian diri sangat penting utnuk tetap menjaga kita pada tracknya. Kalahkan bisikan-bisikan untuk keluar dari fokus kita yang akan menjauhkan kita dari perjalanan meraih mimpi kita melalui perencanaan yang telah kita buat.

So, practically, ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba :

1. Milikilah Mimpi besar terlebih dahulu, ini akan menjadi energi Anda dalam menjalankan tiap langkah spesifik yang Anda buat. Mimpi yang besar akan memberikan motivasi besar. Mimpi yang kecil juga akan memberi motivasi kecil. Stephen Covey menggunakan istilah “Start from the End” untuk ini. Mimpi besar anda bisa jadi menjadi tujuan jangka panjang, lalu breakdown ke dalam tujuan empat tahunan (misal bagi mahasiswa di masa kuliahnya), lalu breakdown ke dalam tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Buatlah dengan fleksibel namun tetap memastikan goal tercapai pada waktunya, jangan malah terpenjara dengan jadwal Anda karena terlalu strict.

2. Jangan lewati satu hari pun tanpa menghasilkan karya yang menjadi prestasi Anda di hari itu. Sia-sia luar biasa.. So bad..

3. Masukkan batu besar dulu ke ember, baru batu-batu kecil. Prioritas!

4. Beri reward pada diri Anda karena berhasil memaksimalkan pemanfaatan waktu.

5. Pandai-pandai merefresh diri lagi di sela-sela pekerjaan. Kalo di 7 habits nya Covey, beliau menggunakan istilah Asah Gergaji. Alhamdulillah bagi yang muslim punya fasilitas shalat lima waktu untuk merefresh jiwa kembali alias Tazkiyatun Nafs or pensucian jiwa or zero mind process dalam istilah ESQ-ers. Betapa setelah merefresh diri, energi Anda akan kembali berlipat-lipat untuk memulai kembali aktivitas. Tapi lucunya, saat ini banyak orang yang porsi hiburan dan berkaryanya justru lebih banyak hiburannya. Jadi habislah produktivitasnya. Padahal syurga itu tidak terletak pada sesuatu yang enak ya. Maka menahan diri untuk ‘bersakit-sakit’ dahulu menjadi penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas.  

Yuuk.. Mari kita membuat multiple values of time benar-benar tergapai dengan smart memanfaatkan waktu. Penyesalan selalu datang belakangan, so dont let it happen to you. Be optimistic!

Waktu adalah pedang, ia akan menebas siapa saja yang tidak cerdas mengendalikannya.

Wallahu alam bishshowab

-setelah td siang dapat kabar baik- alhmdulillah..

 

SUKSES INTERVIEW? GIMANA CARANYA?

Saat ini, kebetulan saya juga berperan sebagai Human Resource di sebuah Lembaga Pendidikan Bahasa di Bandung yang saya jalankan bersama rekan-rekan. Maka pekerjaan mencari source pengajar dan staf yang berkualitas menjadi hal yang cukup sering saya lakukan. Nah, ini sekadar sharing berdasarkan pengalaman meng-interview maupun di-interview. Ini berlaku baik di pekerjaan, maupun di rekruitasi organisasi dan kepanitiaan.

Berikut ini TIPS ‘n TRIK dalam interview :

 1. Orang yang menginterview kita sudah memiliki frame tertentu tentang standar yang memenuhi kualifikasi di posisi yang kita apply. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah MENYESUAIKAN DIRI DENGAN FRAME STANDAR BELIAU. Misalnya: mau mendaftar menjadi seksi Acara, maka kita sudah harus memahami karakter umum seorang sie acara itu seperti apa. Tentunya kreatif, cerdas, dan punya pengalaman meng-create acara. Jangan mendaftar menjadi sie acara jika ketika interview yang Anda tampakkan ke si pewawancara adalah karakter seorang pubdok yang ahli desain. Jadi, tidak disarankan bagi Anda untuk melamar menjadi marketing jika jiwa Anda seorang akuntan. Jika ingin melamar menjadi seorang Abang None atau duta muda ASEAN misalnya, kita juga sudah harus memahami seperti apa personal yang dicari dan sebisa mungkin mendekatkan diri kita dengan kualifikasi yang dimaksud.

2. Saat wawancara, Interviewer sebenarnya HANYA ingin melihat PERSONALITY ANDA. Pada dasarnya, kemampuan akademis dan inteligensia Anda biasanya sudah bisa dilihat dari IQ test (biasanya ada dalam rangkaian psikotest) dan juga dari lampiran transkrip nilai, IPK atau ijazah. Namun, mengutip slogan SMA 3 Bandung, sebenarnya knowledge is power BUT CHARACTER IS MORE. Nilai-nilai tersebut hanya ada di atas kertas. Pembuktian kecerdasan Anda tidak hanya dilihat dari IQ di atas kertas saja. Tapi dari kecerdasan Anda saat menjawab pertanyaan. Biasanya orang yang punya kemampuan verbal lebih baik (alias pintar ngomong) akan lebih diuntungkan saat tes interview. Nah, mungkin interviewer ada yang sengaja memberikan kesan garang untuk bisa melihat apakah Anda bisa berada dalam kondisi under pressure (biasanya ini untuk wawancara kerja). Tapi banyak juga yang juga meng-interview dengan sangat ramah. Intinya, ketika Anda bisa memberikan sikap terbaik saat menjawab pertanyaan, terlihat percaya diri, yakin, adaptif, dan berkepribadian menyenangkan (usahakan untuk tetap tersenyum ramah namun profesional), disiplin dan dapat dipercaya, maka Andalah orang yang dicari. Disini sofstkill Anda akan sangat terlihat. Yang bersoftskill baik biasanya akan lebih dipilih dari pada sekadar pintar atau jenius. Karena dalam dunia kerja misalnya, akan sangat dibutuhkan kemampuan kerja sama di lingkungan yang multikultur. Pertanyaan yang biasanya hampir selalu ditanyakan adalah ketika kuliah aktivitasnya apa saja? Bagi saya, sbg interviewer, pertanyaan ini sebenarnya berefek lebih penting pada kesan yang terbentuk dibandingkan ketika melihat lembaran transkrip nilai. Tentu minimal IPK 3,00 akan sangat meningkatkan kepercayaan. Namun kesan yang lebih tinggi akan dipengaruhi oleh aktivitas ekstra yang diikutinya ketika kuliah atau sekolah. Kenapa? Karena ini membuktikan bahwa ia mengembangkan kepribadiannya melalui aktivitas-aktivitas itu. Pengalaman organisasi akan memberikan pengalaman yang banyak dalam menghadapi tantangan dan masalah. Dan dia akan lebih tough dan dewasa dengan masalah-masalah tersebut.

3. Alangkah baiknya kalau Anda sudah memprediksi pertanyaan apa saja yang akan muncul. Saya sering mendapati peserta interview yang dia tidak lancar dalam menjawab pertanyaan, bahkan pada pertanyaan yang mendasar. Misalnya mengapa ingin melamar posisi ini. Hmmm… Pastikan Anda sudah menyiapkan jawaban dari rumah terkait 5W+1H terkait posisi yang Anda lamar. Terlebih jika interview dilakukan dalam bahasa Inggris, maka sebaiknya Anda sudah berlatih di rumah untuk menjawab dalam bahasa Inggris. Dan jangan lupa, berikan jawaban yang tidak standar, sehingga akan terlihat bagaimana kreatif dan cerdasnya Anda.

4. Atur pikiran Anda untuk tetap positif dan optimistis. Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang tepat dan memang mereka cari. Sehingga ketika menjawab Anda pun terlihat pantas mendapatkan posisi itu. Pada umumnya, yang membedakan satu peserta dengan peserta lainnya adalah dari TEKAD DAN SEMANGATNYA. Adakalanya saya menemukan beberapa peserta wawancara yang sudah tampak tidak yakin dia akan diterima. Bisa jadi ini karena ada pengalaman masa lalu yang sering ditolak. Padahal yakinlah, interviewer tidak tahu masa lalu Anda.

5. Siapkan sesuatu yang membuktikan kelebihan Anda dibanding yang lain. Misalnya menjawab dalam bahasa Inggris, bahasa Jepang atau bahasa lain. Yang pasti ketika persaingan dalam interview itu sangat ketat, maka Anda harus berani menunjukkan keunggulan Anda. Tentu jika diizinkan oleh interviewer.

6. Jangan sepelekan masalah TEKNIS. Berpakaianlah yang se-proper mungkin. Tunjukkan profesionalitas dan keseriusan Anda melamar di posisi itu dengan penampilan yang paling tepat. Namun tetaplah menjadi diri sendiri. Tidak harus juga jadi berlebihan sehingga membuat diri Anda tidak nyaman. Perhatikan juga artikulasi dalam berbicara dan sikap duduk Anda. Tapi usahakan untuk tetap relaks dan percaya diri.

7. Yang terpenting dari semuanya: Tetap menjadikan Allah sebagai tempat bersandar. Yakinlah bahwa kemudahan dan pertolongan hanyalah dariNya. Maka persiapan ibadah yang baik, misal dengan tahajud terlebih dahulu atau banyak membaca Qur’an akan membantu Anda memiliki jiwa yang lebih tenang saat interview. Dan lebih ikhlas menjalani setiap prosesnya.

Wallahu alam.

On d’ corner of WA 1st floor, after jibaku di kereta ekspress yang lagi trouble..