Ganbarikko

Pagi ini saya menyaksikan rehearsal untuk Undokai (sports day) di TK anak saya, Shirohama Preschool yang akan diadakan 3 Oktober. Aah.. Takjub! Demikian lah setiap kali saya masuk melihat bagaimana masyarakat Jepang dalam keseharian. Teratur, buncahan semangat dan berjuang tanpa menyerah menjadi spirit utama mereka.

Terkesima ketika di pagi hari tadi beberapa anak berdiri menjadi perwakilan tiap kelas meneriakkan yel-yel yang sederhana namun terasa tertanamnya dalam keseharian mereka. Nakayoku ShimasuKorondemo nakimasen! Saigo made ganbarimasu! (kami akan akur satu sama lain! Walaupun jatuh tidak menangis! Berjuang sampai Akhir!). Tidak heran memang melihat anak-anak kecil di sini jika jatuh mereka bangun sendiri tanpa menangis, tanpa orang tuanya pun khawatir berlebihan. Karena mereka dilatih untuk bersabar dengan rasa sakit, dan bangkit sendiri. Kecuali rasa sakit yang memang tak tertahan, tentu orang tua akan segera menunjukkan empatinya. Dan setelah itu menenangkan dan menyemangatinya agar bangkit kembali.

Anak-anak yang sudah berbaris rapi per kelas dari kelas anak usia  satu, dua hingga lima tahun, lalu melakukan senam pemanasan penuh semangat. Setelahnya dilanjutkan dengan lomba berlari anak umur satu tahun yang telah berdiri dalam satu barisan. Takjub melihat anak-anak sekecil ini bisa dibuat begitu teratur dan mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Suasana ceria penuh semangat begitu terasa.

Dalam keseharian, Jepang yang memiliki kesan umum disiplin dan kaku, sebenarnya sangat humanis dan empatik. Menekankan akur satu sama lain dan anti untuk mengganggu kenyamanan orang lain. Mereka menyebutkan aturan dengan jelas, mengingatkan jika ada hal yang tidak sesuai aturan namun menghargai setiap kemajuan setiap orang dalam belejar mengikuti disiplin yang ada. Semuanya dilakukan dengan suasana encouraging. Maka baik siswa maupun orang tua terdorong untuk menjalani kemajuan sedikit demi sedikit tanpa merasa terdiskriminasi. Setiap anak setiap hari diminta datang pada jam yang telah ditentukan yaitu sebelum 8.50 pagi, membawa perlengkapan yang dipakai hari itu. Mereka meletakkan sendiri sepatu, cangkir dan handuk kecilnya di tempat masing-masing yang telah tertera nama mereka. Begitu teratur dan mandiri.

Di sekolah ini ada anak-anak Jepang yang memang sudah terbiasa dengan tata cara keseharian Jepang. Namun banyak juga siswa asing yang perlu dari nol kembali mengikuti kebiasaan baru di sekolah. Dan saya rasa sekolah ini cukup berhasil membuat anak-anak asing ini mengikuti roda perputaran tata cara sekolah Jepang ini. Bukan dengan bentakan, paksaan untuk membuat mereka disiplin. Tapi dengan penghargaan atas kemajuan mereka sedikit apapun dalam mengikuti kebiasaan yang ada di sekolah. Sehingga tiap anak tidak merasa rendah ketika ia tidak sebaik yang lain. Dan mereka selalu bersemangat ke sekolah setiap hari karena suasana yang sangat encouraging, mendukung kemajuan diri mereka sepenuhnya. Saya rasa inilah yang disebut dengan Encouraging Education. Every kid is special, dan mereka dididik untuk menjadi seorang Ganbarikko (anak yang berjuang dengan semangat). Rasanya itulah yang menjadi salah satu hal penting yang perlu ditanamkan dalam usia dini, maka dalam hal apapun mereka akan berpikir positif untuk berjuang dan bisa melewati tantangan di tahun-tahun selanjutnya dalam fase hidup mereka.

 

Fukuoka, 31 Agustus 2016

-di sudut home office shirohama 37-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s