Milestone Bahtera Cinta II: Nol = Tak Hingga

Alhamdulillahirobbil`alamiin..    

Puji serta syukur selalu terhaturkan untuk Ilahi Rabbi, Allah SWT. Yang masih memberikan nikmat kelapangan untuk menuliskan hikmah yang diajarkanNya.

Kali ini saya menulis dengan senyum mengembang penuh rasa damai seraya memandangi sesekali wajah damai buah hatiku Muhammad Kazuya Elfatih. Fatih, demikianlah ia dipanggil. Kedua orang tuanya yang sangat papa ilmu dan amalnya ini berharap, semoga ia bisa menjadi seorang yang yang berakhlaq mulia seperti Rasulullah SAW, serta bisa menjadi anak pertama yang membawa kedamaian (Kazuya dalam kanji bhs jepang :和哉)serta menjadi seorang pembuka (Fatih dalam bahasa Arab) misalnya seperti Muhammad AlFatih, penakluk Konstantinopel yang cerdas, pemberani, serta memiliki kedekatan luar biasa dengan Allah SWT. Aamiin Ya Rabb..

Jika di tulisan sebelumnya masih mencantumkan foto bayi lain, maka kali ini fotonya telah menemani tulisan ini. Alhamdulillah rasa penasaran hati ini terjawab sudah untuk bisa melihat seperti apakah dirimu, nak. Penasaran Ummu Fatih ini terjawab ketika akhirnya tanggal 9 Februari 2012 pkl 05.57 pagi lalu ia hadir ke dunia. Di Fukuoka Red Cross Hospital (福岡赤十字病院)dibantu dr. Spog. Matsushita Sensei dan Josanfusan (bidan)  Iribe.

Izinkan saya menuliskan tentang segores hikmah yang terpetik dalam proses kelahiran yang semakin menguatkan keyakinan akan kekuatan Allah ini.

Sejak tanggal 8 memang sudah terasa kontraksi sesekali namun masih cukup lemah. Maka saya dan suami memutuskan untuk tidak menelfon RS dulu agar tidak perlu ditolak dan harus pulang ke rumah kembali. Dan karena memang tgl 9-nya memang sekalian jadwal kontrol ke RS, maka berangkatlah kami menuju RS dengan chikatetsu (subway-red) ke stasiun Tenjin dan dilanjutkan dgn Bus ke Halte Niseki Mae (日赤前バス停). Saya datang dengan genki dan ceria yang ternyata membuat heran Matsushita Sensei yang tenyata menemukan saya dalam keadaan pembukaan 2-3 cm. `Honto ni itakunai no (betulan tidak sakit)?` tanyanya heran. Saya bilang `chotto dake desune`, entah ini memang saya yang agak kebal dengan rasa sakitnya atau memang kontraksinya tidak begitu sakit. Lalu di cek dengan CTG pun monitoring selama 20 menit menunjukkan adanya kontraksi yang datang teratur selama 20-30 detik setiap 5 menit sekali. wah, berarti ini betulan sudah tanda-tanda mau melahirkan..

Maka pukul dua siang pun saya mulai dirawat. Saya dan suami masuk ke ruang persiapan bersalin (準備室). Saya mulai mengabari kawan2 by sms dan meminta doa untuk kelancaran proses ini. Ternyata di jam 4 sore dokternya kembali mengecek dan masih pembukaan 2. Aku banyak berjalan kaki di koridor RS untuk mempercepat turunnya bayi ke mulut rahim dan mempercepat pembukaan. Namun hingga jam 1 malam bidan mengecek masih juga pembukaan 2. Sementara kontraksi itu datang teratur tiap 5 menit sekali. Kontraksi adalah kondisi dimana dinding rahim menegang dan mulut rahim membuka perlahan. Ketika kontraksi datang, untuk mengurangi rasa sakit, kita diharuskan mengambil nafas panjang dan melepaskannya secara teratur. Ini juga untuk membantu bayi agar tetap mendapat oksigen yang cukup saat kondisi rahim menegang. Rasa sakitnya luar biasa (saya pun sekarang sudah lupa tepatnya).  Untunglah suami diizinkan menemani di ruangan.

Menurut info seorang kawan yang seorang dokter, memang pembukaan 2-4 terutama untuk anak pertama akan lama, waktunya tidak bisa diprediksi. Dan pembukaan 4-10 berlangsung relatif cepat yaitu sekitar 1 sampai 2 jam per 1 cm nya, alias 6-12 jam. Artinya entah besok atau lusa kontraksi ini akan terus berlangsung hingga akhirnya pembukaan lengkap dan bayi lahir. Masha Allah.. sakitnya kontraksi yang berulang-ulang teratur bahkan makin kuat membuat aku berpikir tentang sakitnya azab Allah kelak.. `jika kontraksi ini saja sedemikian sakitnya maka bagaimana kelak siksaMu di akhirat Ya Rabb` Ya Allah.. hamba merasa sangat tak berdaya saat itu. Setiap kali kontraksi datang ada rasa takut kembali datang dan saya kembali mengatur nafas seraya menyebut `Allah..Allah..`. Kehadiran suami di sisi juga semakin menguatkan. sesekali aku berjalan ke sekitar tempat tidur dan pergi ke toilet untuk sejenak melupakan rasa sakit. Namun tak tau entah kapan berakhirnya proses ini. Kontraksi semakin terasa. Semakin kuat. Ada titik dimana hati ini hampir menyerah, dan hati berucap `cukup, tolong hentikan..`. Tapi di tengah ketidakberdayaan hamba, tak ada lagi yang bisa dilakukan saat itu selain menyerahkan diri sepenuhnya kepadaNya. `Hamba yakin Engkau bisa melakukan apapun dengan agungnya kekuatanMu`, ucapku dalam hati. Diri ini sangat kecil, sangat lemah di hadapan Allah Yang Maha Besar. Ia yang telah menciptakan janin dalam rahim ini, maka mudah pula baginya untuk membuatnya lahir kapanpun. Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Pukul 03.30, rasa sakit makin tak tertahankan maka kutekan tombol Nurse-Call. Seketika Suster Iribe datang dan mengecek. Masha Allah.. ternyata sudah pembukaan 6! Kami semua takjub! Harapan kembali membuncah dengan penuh suka. Bersiap untuk kontraksi yang lebih dahsyat hingga pembukaan 10. Alhamdulillah dengan instruksi Suster Iribe untuk menjaga nafas ketika kontraksi datang, rasa sakit menjadi terasa lebih ringan. Suami shalat tahajud. Menemani ruh ini berjuang. Kembali aku tekan tombol. Setelah dicek ternyata pembukaan 8. Subhanallah.. Melihat suami yang sedang shalat, Suster Iribe bertanya, `ima oinori no jikan desuka (apakah sekarang jadwal shalat)?`. Aku jawab, `Bukan, tapi di waktu ini adalah salah satu waktu terbaik doa kita didengar olehNya`. `a, naru hodo ne (O, saya paham)`, ucapnya. Beberapa saat kemudian ketuban pecah dan air keluar begitu banyak. Ternyata sudah pembukaan 9! Excited bercampur dengan berbagai rasa lainnya. tak berapa lama kemudian, ternyata sudah pembukaan sepuluh sekitar ukul 4 pagi. Allahuakbar! Alhamdulillah.. Aku dan suami begitu berpegangan erat penuh syukur. Namun belum selesai. Justru perjuangan selanjutnya baru akan dimulai di ruang bersalin.  aku harus menahan agar tidak mengejan dan tidak berteriak. karena teriakan artinya kita mengeluarkan energi, dan ini akan menekan bayi di perut yang terus berkontraksi teratur. Bayi bisa tertekan di dalam. Suster Iribe yang teranyata sudah 4 tahun menjadi perawat dan bidan memang begitu cekatan dan sangat baik memberi panduan. Di Jepang ini, para bidan terlebih dahulu harus lulus sekolah perawat.

Pkl 4.15, masuklah saya ke ruang bersalin (分娩室). Iribe-san dan satu org suster sudah mempersiapkan ruangan. Alhamdulillah suami menemani di samping saya. Saya berbaring di kursi khusus bersalin dan memulai proses persalinan Fase II (mendorong hingga bayi keluar) dibantu instruksi Iribe-san. Saat itu rasanya tenaga sudah sangat sedikit setelah melewati malam yang penuh kontraksi. Namun, tak ada pilihan lain Hanya satu hal: Bayi ini harus LAHIR! Maka Bismillah hanya Engkaulah sumber segala kekuatan! Proses mengejan terus dilakukan. Dokter datang di sekitar 10 menit terakhir. Akhirnya setelah sekitar satu setengah jam, ia lahir!! suara tangisnya diiringi ucapan Alhamdulillah Ummi Abinya dengan rasa lega yang teramat sangat. Saat itu waktu terasa berhenti berputar, jarum jam pun tidak  bergerak. Perjuangan panjang usai sudah. MashaAllah, alhamdulillaah.. ia lahir dengan sehat. Betapa sempurna ciptaanNya.. Setelah dibersihkan, suster meletakannya di sisiku. Lalu Abinya mengumandangkan adzan di telinganya. Subhanallah.. Selamat datang mujahid kecilku..Semoga dunia akan bertambah bobot kebaikannya dengan kehadiranmu..

Lahirnya engkau ke dunia adalah peajaran Allah utuk ummi-nya tentang bermujahadah, serta pelajaran Allah untuk yakin akan kekuatanNya yang tanpa batas yang mampu menolong siapaun yang dikehendakiNya. Maka teruslah bertumbuh, nak, dengan ruh pejuang sebagai mana engkau dilahirkan… Semoga Allah senantiasa membimbingmu dengan Ma`rifat padaNya… aamiin..

.
“Barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh .Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan “ (QS. Luqman:22)

@hakozaki 6-2-8-101号

24 thoughts on “Milestone Bahtera Cinta II: Nol = Tak Hingga

  1. Melahirkan itu seperti ikut terlahir kembali
    Memperbarui niat untuk menjadi insan yang lebih baik 
    Seiring bertambahnya amanah yang harus diemban
    Jiwa-jiwa bersih, ladang yang harus ditanami benih iman dan kebaikan

    Melahirkan itu seperti kembali ke titik nol
    Titik terendah sekaligus paling potensial
    Saat menyadari ketidakberdayaan diri sering kali saat itulah keyakinan akan pertolongan dariNya melambung tinggi
    DariNya datang ujian, dariNya pula datangnya pertolongan
    Seorang ibu ikut tumbuh, belajar, dan mengasah naluri bersama anak-anaknya
    Ibu adalah guru bagi anaknya, begitu pula sebaliknya
    Semoga saya dan kita semua para ibu bisa jadi yang terbaik, as best as can be…

    • jazakillah khair Mbak Dian.. stju bgt dgn bait2 indahnya.. smga Allah senantiasa mnguatkan kita semua,,

  2. selamat ya mba Herpin.. Alhamdulillahirabbil alamin, ikut berbahagia rasanya setelah membaca dari awal ketegangan dimulai sampai akhirnya Muhammad Kazuya Elfatih mungil terlahir.
    namanya bagus sekali.. gagah, romantis, religius. subhanallah. =)

    • trimakasih riezka,, wahh senangnya nama dedeknya direview oleh riezka^^ sukses selalu untuk riezka y^^

  3. ka herpin..baca tulisan kaka benar2 membuat aku merinding ka,subhnallah ya ka menjadi seorang ummi perjuangannya itu luar biasa, semoga kelak aku bisa berpikir positif seperti ka herpin ketika aku menjalaninya ya ka..thx for inspiring:) semoga dede, ummi dan abinya senantiasa dirahmatiNya,sehat2 ya ka..Amin..

    • aamiin.. semoga kita senantiasa diberikan semangat berjuang di tiap hela nafas kita y,, bismillah.. trims Thina for visit==

  4. wow… selamat yak pin…
    baru tahu lo udah lahiran… Namanya keren… semoga tumbuh menjadi Anak seperti arti namanya…
    Salam buat suami..

  5. Assalammu alaykum teteh..
    Selamat ya atas kelahiran jagoan kecilnya. Semoga menjadi anak yang soleh dan berguna untuk agama, keluarga,nusa dan bangsa.
    Aamiin!

    Btw..
    Salam kenal teteh..
    Saya Sitia, mahasiswi ITT angk. 2010 😀

Leave a Reply to riezka135 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s