My Baby and His Value to Life

Rasanya jemari ini sudah sangat tak terbendung untuk menekan tuts-tuts keyboard di laptop dynabook mungil ini.. lebih dari setengah tahun blog penggali inspirasi ini tak tersentuh.. seolah memang roda kehidupan selama di negeri sakura ini berjalan begitu cepat dan tak menyisakan ruang untuk merefleksi diri lewat tulisan.

Izinkan saya untuk  menggali titik-titik sumber inspirasi dalam jiwa. Ahh.. terlalu banyak rasanya yang ingin kutuliskan hingga tak tahu harus memulai dari mana. Saking sangat banyaknya nikmat yang dianugerahkanNya dalam kehidupan baru sebagai seorang istri, student, dan calon Ibu.. ya.. peran yang terakhir ini rasanya yang paling unbelievable.. most amazing one..

Izinkan saya menghighlight tentang being a mom, tepatnya being pregnant woman.

Saat ini sudah 8 bulan sudah kandungan saya,,alhmdulillahirobbil`alamin.. dan tentu rasanya adalah berjuta rasa karena ini adalah karunia yang Allah saja yang bisa menentukan. Betapa Maha Kuasanya Sang pencipta, mengizinkan adanya sebuah kehidupan di dalam perut ini. Di trimester pertama tubuh merasakan ketidakstabilan dengan sulit makan (nafsu makan drop bahkan berat badan turun hingga 3 kg). Kalo ingat masa2 itu, jadi bersyukur kembali dikaruniai nafsu makan hehe.. (sekarang bahkan sudah naik 10 kg dri berat awal). Ngidam? alhamdulillah saya tidak dihinggapi rasa ngidam yang mungkin membuat suami harus mengejar aneka makanan ke berbagai titik ke penjuru dunia.. hehe.. anehnya, justru suami yang sempat muntah2 cukup parah seperti orang yang sedang hamil muda.. 😀 hmm.. beliau memang sempat sakit karena perubahan iklim yang ekstrim, namun alhamdulillah di musim yang kembali dingin di penghujung tahun ini, beliau sudah dapat beradaptasi dengan baik.. saat2 beliau sakit dan saya pun sedang cukup tak berdaya di awal kehamilan menjadikan tantangan tersendiri untuk terus berjuang. Alhmdulillah.. inilah cara Engkau memberikan nikmat untuk kami bisa lebih saling memahami dan menjalin kasih sayang hingga titik terdalam..hmm.. subhhanallah inilah hikmah studi di luar negeri dalam keadaan sudah diberikan pendamping, ada teman dalam suka duka dan menjadi penjaga dari aneka godaan hidup di negeri sakura ini.

Bulan Ramadhan pun dilewati dengan begitu indah, di Fukuoka, dimana komunitas muslim dari berbagai negara bisa dikatakan cukup banyak, memiliki aneka aktivitas di Mesjid yang mendatangkan ustadz dari berbagai negara; Mesir, Arab, Jepang, dan juga Indonesia. Rasa syukur tak terhingga selalu tercurah.. karena masih diberi kesempatan untuk berada dekat dengan mesjid meski berada di negara yang minoritas muslim. Karena percuma lah semuanya, jika pencapaian2 dunia yang diperoleh disini, kandas karena rendahnya pencapaian akhirat.. nauzubillahi min dzaalik.. semoga Allah senantiasa melindungi.. Pastinya shaum Ramadhan tahun ini jauh lebih berkesan karena ditemani pejuang cilik di dalam rahim yang saat itu tengah menunggu di tiupkan ruhnya di usia 4 bulan.. Ya Rabb.. semoga ruhnya yang suci senantiasa Engkau jaga dalam ketaatan kepadaMu Ya Rabb..

Japanese friends di kuliah pun mendukung bumil ini, meski perut terus membesar, tak ada alasan untuk tidak berprestasi di kelas.  Seperti biasa (sedari SD), kebiasaan rajin melontarkan pertanyaan dan pendapat di kelas masih berlangsung. Terlebih semester ini banyak mata kuliah dalam bahasa Inggris, jadi alhamdulillah bisa lebih relaxed daripada semester sebelumnya yang mostly in japanese.. Si kecil pun kerap kali merespons. Paling senang kalau ia menendang-nendang perut ketika Sensei sedang menjelaskan mata kuliah. Wow, he`s already started to learn at school with her mom… hehe..

Di bulan ke-8 ini, tepatnya di liburan musim dingin ini, sejenak Umminya sang bayi merefleksi kembali tentang apa sebenarnya value dari kehadiran si kecil nanti. Saat ini, kami sudah memanggilnya dengan sebuah nama (masih rahasia) dan berusaha membangun komunikasi dengan si kecil sejak dalam kandungan. Aku dan suami sedang semangat untuk mempraktikan pendidikan pralahir untuknya. Abinya senang mendekatkan wajahnya ke perutku dan berbicara dengan si kecil, respon gerakan pun diberikan olehnya… demikian juga ketika dlantunkan ayat suci si kecil akan merespon dengan gerakan2.. semoga ketika besar kelak, ia menjadi mudah untuk menerima nilai2 Qur`an, menghafal dan mencintainya.. pendidikan untuk anak memang tidak hanya setelah ia lahir, bahkan bisa dilakukan sejak dalam kandungan, sehingga ia dapat memiliki kepekaan emosional yang baik, kecerdasan yang lebih baik, serta respons lebih baik terhadap lingkungan sekitar. Demikian yang dikatakan buku2 tentang pendidikan pra lahir.. What you expect for your baby in the future, depends on what you do today when he is still in your belly.. Bismillah.. semoga amanah ini bisa kami jaga sebaik2nya.. Ya Rabb, bimbinglah tangan2 kami dalam mendidiknya..

My baby.. saat ini kehadiranmu sangat nyata berada di tengah-tengah kami, saat lahir nantipun, kami akan merasa mengenalmu sejak lama nak.. semoga Engkau lahir dengan sehat, dan selanjutnya bertumbuh kembang dalam naungan cahaya Islam yang mencerahkan.. 7 Feb nanti semoga menjadi hari yang spesial, hari dimana Engkau diizinkannya lahir ke dunia^^

Cant wait to see you soon, My Son..

@our little house Kaizuka

19 thoughts on “My Baby and His Value to Life

  1. its a boy! alhamdulillah… bisa jagain umminya nanti… 😀 kak herpin… selamat y… smoga nanti si kecil lahir ke dunia dengan sehat dan selamat… 🙂 oooh… im so happy for u kak…

    take care.

  2. Assalamualaikum.

    Alhamdulillah, selamat ya Herpin. 🙂
    dah nunggu lama, pingin baca blog nya herpin, eh sekarang muncul dengan kabar bahwa Herpin sedang hamil 8 bulan. Bulan kehamilan, yang ternyata sama dengan ku pin.. 🙂 dengan perkiraan lahir yang hanya beda satu minggu dengan calon baby kami..Subhanallah…

    Sukses ya Pin..:-)
    Semoga di trimester ketiga ini, kita diberi kesehatan sama Allah.. Amin

    • wa`alaykumussalam ww,

      subhanallah.. senang bgt dengar kabarnya Nurlita.. ternyata kita sama ya,, sdg menanti kelahiran bayi,, semoga lancar, sehat dan shalih/shalihah ya.. amin..

      semoga Allah selalu melindungi ya^^ ditunggu kabar2 baiknya lagi,,^^

  3. “Wow, he`s already started to learn at school with her mom… hehe..”

    epiiinn, ada yg aneh g dg kalimat d atas?

    btw, seneng denger cerita2 dr para bumil. it’s so amazing!
    skrg lg dikelilingi banyak bumil soalnya 🙂

    sehat selalu yaa ^___^

    • aamiin.. jazakillah khair doanya.. iya nih, kangen bercengkerama dgn dirimu,, semoga dimudahlan segala urusannya disana ya^^

  4. Halo Arum.. I was thinking quite long `till I found the word `her` was the wrong one.. hehe.. thank you^^ I was too excited to write, `till I didnt really care about the grammar.. hehe.. mhn doanya selalu ya,, goodluck for you too,, insyAllah always the best one for you^^

  5. walo gak kenal siapa mbak herpin, tp kok berkaca-kaca ya baca tulisan ini?

    Insya Allah jadi calon mujahid ya mbak, mudah-mudahan mahirul-Qur’an, aamiin..

    _saudara di Jalan-Nya_

  6. Lama tak bersilaturahim ke blog ini. Anyway, selamat menjadi ibu, semoga persalinan lancar, dan dikarunai anak yg soleh/solehah.

    • terimakasih favian ucapan dan doanya..semoga sukses selalu juga di Korea dan dimudahkan segala urusannya di masa depan..

    • iya rismaaa… i Think I will really miss it.. risma pasti lg kangen hamil ya^^ Hehe.. jazakillah khair sis uda bersilaturahim^^

  7. Herupin sannn….
    hisashi buri….
    Wahh..udah mau ada dedek yahh…alhamdulillah
    semoga selalu diberi kelancaran mbake 😀
    Miss u herupin 🙂
    Saling mendoakan yah 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s