Multiple Values of Time

Sampai saat ini, isu manajemen waktu selalu ga ada habisnya untuk dibahas. Kenapa? Karena penyakit sulit mengatur waktu menjangkiti hampir di tiap strata usia. Entah siswa, mahasiswa, pegawai, maupun orang tua, still deal with what we call as Time Management. Secara, kita setiap hari memang mau tidak mau akan terus berpacu dengan waktu. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan seterusnya. Ada yang dapat menghasilkan 100 karya dalam 100 hari, ada juga yang hanya 50 karya dalam 100 hari, bahkan ada juga yang nol karya dalam 100 hari. What so wrong?

Dalam pertandingan balap sepeda, ada yang mencapai garis finish 1 menit, ada yang dua menit, ada juga yang tiga menit. Dalam dunia perkuliahan, ada mahasiswa yang bisa kuliah sambil ikutan BEM, sambil bisnis, sambil macam-macam tapi tetap sukses dengan prestasi akademisnya. Ada juga yang kuliah dan belajar aja tapi tidak juga maksimal prestasinya. So what so wrong?

Kalo saya lebih senang menggunakan istilah memanfaatkan waktu, lebih dari sekadar mengatur atau manajemen waktu. Karena mengatur belum tentu memanfaatkan. Ada nilai spirit esensi pada kata memanfaatkan. Dimana kita melihat waktu sebagai sebuah entitas. Kita melihatnya sebagai sebuah capital (modal) yang dikaruniakan oleh Allah dimana memanfaatkannya adalah sebuah manifestasi kesyukuran kita. Seorang pengusaha akan melihat waktu sebagai aset yang harus terus menghasilkan produktivitas. Karena dia memahami nilai waktu. Seorang ahli dzikir akan memanfaatkan tiap detiknya untuk mengingatNya karena ia tahu perbedaan orang yang berdzikir dengan yang tidak adalah seperti orang hidup dengan mati. Seorang blogger akan mengerti nilai beberapa menit yang dapat dikonversinya menjadi karya tulisan yang menginspirasi.

Maka untuk dapat memanfaatkan waktu, maka kita mesti paham the multiple values of time. Sayang banget kalo capital yang freely given by God ini kita sia-siakan. Kalo para kapitalis aja bilang Time is Money, maka kita pun akan bilang TIME IS MORE THAN JUST MONEY. Karena memang potensinya yang sangat multiple. Sayang aja kalo selama 20 tahun kita hidup ternyata 15 tahunnya hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak jelas. Ngegame all the time kah, sleeping all the time kah, or menjadi budak nafsu all the time kah.. You could do better than that. Trust Me!

Now what? Let’s jump to the real area?

Ketika kita sudah menyadari the multiple values of time, tidak serta merta juga kita jadi orang yang produktif. Serentetan rencana sudah tertulis di organizer kita. Tapi kenapa banyak yang akhirnya cuma di atas kertas aja?

Hmm let’s analyze.. Is it really your dream organizer or your time robot? Kita harus memperlakukannya sebagai organisator mimpi kita. Bukan jadwal yang jadi robot waktu kita. Kaku, membuat kita terpenjara dan malah bingung sendiri. Lihatlah jadwal yang kita buat itu sebagai langkah-langkah kecil kita menuju mimpi kita yang besar. Bayangkan betapa jauhnya mimpi kita akan tergapai jika satu saja diantara langkah tadi tidak terlaksana pada waktunya. Maka pengendalian diri sangat penting utnuk tetap menjaga kita pada tracknya. Kalahkan bisikan-bisikan untuk keluar dari fokus kita yang akan menjauhkan kita dari perjalanan meraih mimpi kita melalui perencanaan yang telah kita buat.

So, practically, ini beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba :

1. Milikilah Mimpi besar terlebih dahulu, ini akan menjadi energi Anda dalam menjalankan tiap langkah spesifik yang Anda buat. Mimpi yang besar akan memberikan motivasi besar. Mimpi yang kecil juga akan memberi motivasi kecil. Stephen Covey menggunakan istilah “Start from the End” untuk ini. Mimpi besar anda bisa jadi menjadi tujuan jangka panjang, lalu breakdown ke dalam tujuan empat tahunan (misal bagi mahasiswa di masa kuliahnya), lalu breakdown ke dalam tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Buatlah dengan fleksibel namun tetap memastikan goal tercapai pada waktunya, jangan malah terpenjara dengan jadwal Anda karena terlalu strict.

2. Jangan lewati satu hari pun tanpa menghasilkan karya yang menjadi prestasi Anda di hari itu. Sia-sia luar biasa.. So bad..

3. Masukkan batu besar dulu ke ember, baru batu-batu kecil. Prioritas!

4. Beri reward pada diri Anda karena berhasil memaksimalkan pemanfaatan waktu.

5. Pandai-pandai merefresh diri lagi di sela-sela pekerjaan. Kalo di 7 habits nya Covey, beliau menggunakan istilah Asah Gergaji. Alhamdulillah bagi yang muslim punya fasilitas shalat lima waktu untuk merefresh jiwa kembali alias Tazkiyatun Nafs or pensucian jiwa or zero mind process dalam istilah ESQ-ers. Betapa setelah merefresh diri, energi Anda akan kembali berlipat-lipat untuk memulai kembali aktivitas. Tapi lucunya, saat ini banyak orang yang porsi hiburan dan berkaryanya justru lebih banyak hiburannya. Jadi habislah produktivitasnya. Padahal syurga itu tidak terletak pada sesuatu yang enak ya. Maka menahan diri untuk ‘bersakit-sakit’ dahulu menjadi penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas.  

Yuuk.. Mari kita membuat multiple values of time benar-benar tergapai dengan smart memanfaatkan waktu. Penyesalan selalu datang belakangan, so dont let it happen to you. Be optimistic!

Waktu adalah pedang, ia akan menebas siapa saja yang tidak cerdas mengendalikannya.

Wallahu alam bishshowab

-setelah td siang dapat kabar baik- alhmdulillah..

 

7 thoughts on “Multiple Values of Time

  1. “Milikilah Mimpi besar terlebih dahulu”

    Don’t dream it but do!! Don’t plan it but do!!
    hehe.. ini sindiran buat diriku sendiri pin,, jangan sampai terlarut dalam mimpi2..

    • Yup Nurita,, yang membedakan cita-cita dengan angan-angan adalah pada ada tidaknya effort kita untuk mencapainya.. Yuk Semangat !!!
      capai mimpi kita dengan aksi yang nyata,, Do the best and let Allah do the rest,,

  2. betul2, rasany pengendalian untuk yg satu ini sulit2 gampang.

    but,wacanany cukup mencerahkn ni pin,

    thx anyway. 🙂

    kembali ke jalur pendakian… smgt!!

    • betul bgt Saga.. mendaki memang pekerjaan yang butuh konsistensi supaya ga malah jadi mundur ke belakang.. smngt!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s